• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Senin, 16 Maret 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Fauzil Adhim Berbagi Tips Siapkan Generasi Kuat

by Radar Jatim
19 April 2025
in Pendidikan
0
Fauzil Adhim Berbagi Tips Siapkan Generasi Kuat

Ustaz Moh. Fauzil Adhim (tengah) dan Ust. Dr. Moh. Sulthon Amien dalam acara kajian Ketupat di SAIM Surabaya, Sabtu (19/4) siang.

76
VIEWS

SURABAYA (RadarJatim.id) – Menjadi kuat dan berdaya adalah dambaan setiap insan, maka setiap orang harus mengupayakannya agar dapat terwujud menjadi kenyataan. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa menjadi mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim).

Ajakan itu disampaikan oleh pakar parenting dan psikolog Ustaz Moh. Fauzil Adhim dalam acara Ketupat SAIM 2015, di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya kampus 1, Jl. Medokan Semampir Indah 99-101, Sabtu (19/4/25) siang. Ketupat adalah akronim dari kebersamaan tiga generasi dalam satu tempat.

Menurutnya, menjadi orang beriman saja tidaklah cukup, tetapi hendaknya beriman dan berdaya. Nah, untuk menjadi berdaya kuncinya adalah bersungguh-sungguh, totalitas, dan ada kemauan yang kuat.

“Kalau sudah tahu bahwa sesuatu itu akan bermanfaat, maka hendaklah orang bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya,” katanya di hadapan ratusan undangan yang terdiri dari wali murid, alumni, siswa, dan warga sekolah SAIM.

Kemudian Ustaz Fauzil Adhim menyampaikan beberapa tips agar kita menjadi umat yang berdaya pada era modern ini. Di antaranya,  setiap individu hendaklah mampu melihat keterhubungan antara satu bidang dengan bidang yang lain. Orang tidak boleh “berkacamata kuda” hanya fokus pada satu bidang profesi saja, karena begitu dia kehilangan pekerjaannya, maka dia akan kesulitan beralih ke profesi lainnya.

“Maka yang dibutuhkan adalah keluwesan dalam menghadapi perubahan keadaan. Harus bisa adaptasi dan adjusment. Adjustment adalah kemampuan melakukan perubahan-perubahan kecil. Sedang adaptasi butuh langkah-langkah menyesuaikan diri yang lebih besar,” ujar penulis buku parenting ini.

Lebih jauh diutarakan bahwa kemajuan dunia digital sudah kelewat pesat. Sehingga manusia dihadapkan problem baru lagi agar mampu menyesuaikan diri kembali. Sejumlah negara maju mulai menampilkan reaksi dan sikap yang berbeda-beda terhadap gencarnya intervensi dunia digital terhadap dunia pendidikan kerja.

“Yang terbaru, Pemerintah New Jersey, Amerika serikat, mulai tahun 2025 melarang total penggunaan smartphone untuk anak sekolah, baik pada jam sekolah maupun di luar jam sekolah,” katanya memberi contoh.

Kebijakan ini dilakukan karena menurut sejumlah penelitian, penggunaan perangkat digital membawa dampak buruk bagi siswa, mulai dari penurunan daya ingat, sulitnya konsentrasi, hingga menurunnya daya kritis analitis. Karena kebiasaan skrol-skrol membaca tulisan status yang pendek-pendek membuat pengguna ponsel mengalami pendangkalan (shallowing) dalam berpikir dan gampang bosan bila dihadapkan kepada artikel yang berat/serius.

“Australia juga melakukan hal yang sama. Sejak 2024 mereka melarang penggunaan media sosial untuk siswa SMA ke bawah. Di Jepang, guru dan wali murid dilarang bikin grup Whats App, sebagai gantinya mereka memakai buku penghubung konvensional. Karena grup WA dapat mengikis tata krama antara wali murid dengan guru.  Negara Swedia, yang sebelumnya dikenal sebagai pelopor digitalisasi pendidikan, kini kembali menggunakan buku fisik dan guru menulis pakai kapur di papan tulis jadul warna hijau.  Di Abu Dhabi, para pegawai dilarang memakai smartphone, mereka hanya boleh memakai dumb phone atau ponsel  bodoh atau jadul yang hanya dapat dipakai menelepon dan SMS saja,” katanya.

Jadi, agar menjadi kuat dan berdaya,  Ust. Fauzil Adhim menyarankan agar setiap orang mampu beradaptasi, lentur terhadap keadaan serta mengambil sikap maupun perilaku yang diyakini bakal berdampak baik bagi dirinya.  Bersedia luwes dalam menghadapi pendapat orang yang berbeda-beda.

“Yang terakhir, agak menjadi mukmin kuat  dan menang caranya adalah senantiasa memohon pertolongan kepada Allah. Keinginan untuk menang bukanlah hal baru. Setiap azan selalu dikumandangkan hayya alal falah. Artinya kita diajak menuju kepada kemenangan.  Maka jawaban kita bukanlah “oke…” atau “yess…”, melainkan la haula wala quwwata illa billah, kita memohon pertolongan kepada Allah, karena tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah,” katanya. (rio)

Tags: fauzil adhimParentingsaim surabaya

Related Posts

Ketika Ayah Ramaikan Pembelajaran di PG-TK

Ketika Ayah Ramaikan Pembelajaran di PG-TK

by Radar Jatim
25 Januari 2026
0

SURABAYA (RadarJatim.id) - Di balik...

Parenting Eco-Friendly di MI Mudipat Wotan, Tumbuhkan Kesadaran Keluarga Selamatkan Lingkungan

Parenting Eco-Friendly di MI Mudipat Wotan, Tumbuhkan Kesadaran Keluarga Selamatkan Lingkungan

by Radar Jatim
17 Desember 2025
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Kesadaran menjaga...

Kunjungi Universitas Nihon, Saksikan Dunia Akademik Jepang

Kunjungi Universitas Nihon, Saksikan Dunia Akademik Jepang

by Radar Jatim
30 Oktober 2025
0

TOKYO (RadarJatim.id) – Sejumlah siswa...

Load More
Next Post
SMP Negeri 2 Sukodono Lakukan GLS dan Bedah Buku di Perpusda Sidoarjo

SMP Negeri 2 Sukodono Lakukan GLS dan Bedah Buku di Perpusda Sidoarjo

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In