SIDOARJO (RadarJatim.id) – Walaupun lokasinya di wilayah Sidoarjo pinggiran, namun SMP Negeri Satu Atap Jabon terus meningkatkan kompetensi GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) nya. Terkini GTK ditingkatkan tentang kemampuannya untuk Literasi.
Kepala SMP Negeri Satu Atap Jabon, Vokal Sulistyowati, S.Pd SD menuturkan kalau kegiatan yang dikemas dalam ‘Workshop Literasi’ bertemakan Peningkatan Kompetensi Guru dan Pelatihan Literasi untuk Meningkatkan Raport Pendidikan.
Adapun maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menguatkan literasi mereka. Jadi, seluruh guru dan tenaga kependidikan ini diberi pelatihan tentng berliterasi.
“Kalau kemampuan berliterasinya bagus tentu saja akan meningkatkan rapot Pendidikan di SMP Negeri Satu Atap Jabon,” tuturnya.
Oleh karena itu kami telah menghadirkan pemateri yang sangat mumpuni di bidangnya, yakni Rheny Puspita Ratih, M.Pd salah satu guru SD Negeri Gelam 1 Candi Sidoarjo, yang juga penulis buku Pentigraf.
“Dengan adanya pelatihan yang telah dilaksanakan pada akhir Mei 2025, namun saya berharap semua guru akan lebih kreatif dan lebih inovatif dalam kemampuan Literasi serta berpikir kritis,” harap Vokal Sulistyowati pada (19/6/2025) pagi.
Sementara itu, dalam paparannya, Rheny Puspita Ratih banyak menjelaskan tentang Pengenalan Literasi, karya sastra dan pelatihan pembuatan buku antologi Pentigraf. “Hal itu harus dilakukan karena sebagai wujud peningkatan kompetensi guru dalam literasi,” jelas Bu Rheny_sapaan akrabnya.
Ia juga menceritakan pengalamannya menulis, berjudul ‘Butiran Pena Dalam Kata’ dan Antologi bersama ‘Langkah Sang Penggerak’. Pentigraf kali ini mengambil judul ‘Genggaman Tanganmu’ yang mengkisahkan pasangan suami istri hidup berjauhan, karena sama-sama menjadi abdi negara. Namun mereka ingin terus bergenggaman tangan setiap hari.

Ia ungkapkan, ide penulisan Pentigraf ini adalah tentang kehidupan masa kini, dalam buku tersebut setiap lembarnya sudah berganti cerita dan nuansa baru, melalui cerpen tiga paragraf atau pentigraf saya mempunyai tujuan untuk pembaca menikmati cerita unik dalam setiap lembarnya.
“Pergantian cerita baru dan juga intrik serta imajinasi baru, sasaran dari buku ini tentu usia 18 tahun keatas, buku ini memiliki 48 judul cerita tiga paragraf yang berbeda-beda kisahnya,” ungkapnya.(mad)







