SIDOARJO (RadarJatim.id) – Rapat Koordinasi (Rakor) pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di Mahabarata Palace Graha Unesa-Surabaya yang dikemas dengan acara buka puasa bersama (bukber) pada 6 Maret 2026 itu menjadi viral dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Pasalnya, rakor tersebut dianggap telah mencedarai hati masyarakat akibat banyaknya infrastruktur yang rusak, seperti banjir ketika musim hujan dan jalan berlobang hampir terjadi di setiap sudut Kabupaten Sidoarjo.
Acara rakor yang dikemas dengan konsep ala ‘Bollywood’ itu menunjukkan tidak adanya rasa empati dari para pejabat Pemkab Sidoarjo. Sebab, beberapa waktu yang lalu ada beberapa pengendara meninggal dunia, karena terperosok di jalan-jalan yang berlobang.
Fenny Apridawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo yang menjadi penanggungjawab dari acara glamour itu sempat menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat.
Selain meminta maaf, Fenny Apridawati menegaskan bahwa kegiatan mewah dan glamour itu sama sekali tidak menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.
“Insya’ Allah kegiatan tersebut sama sekali tidak menggunakan uang negara. Acara itu merupakan undangan dari sahabat yang sudah seperti keluarga,” ujar Fenny Apridawati sebagaimana dikutip dari salah satu media online.
Tidak hanya menjadi sorotan masyarakat, kabarnya Bupati Sidoarjo H. Subandi juga sudah melakukan teguran lisan kepada Fenny Apridawati yang telah hadir dalam acara glamour tersebut.
Akan tetapi, pernyataan orang nomor 1 di Kabupaten Sidoarjo itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi dilapangan bahwa rakor mewah dan glamour itu bukan karena undangan dari penyelenggara.
Karena ada undangan resmi dengan menggunakan kop surat Sekretariat Daerah Pemkab Sidoarjo yang memakai tanda tangan elektronik atas nama Fenny Apridawati selaku Sekda Sidoarjo.
Selain itu, beredar juga foto-foto Bupati Subandi dalam acara glamour ala Bollywood yang telah mencederai hati rakyat Sidoarjo itu. Artinya, Bupati Subandi menyaksikan langsung atau bahkan memberikan ‘restu’ kepada anak buahnya untuk membuat kegiatan yang mengiris hati rakyatnya sendiri. (mams)







