KEDIRI (RadarJatim.id) — Halaman Makoramil 0809/11 Pare nampak berbeda dari yang biasanya. dipenuhi barisan prajurit, kini terasa lebih hangat dan penuh canda. Sejumlah penyandang disabilitas datang satu per satu, disambut senyum ramah para anggota TNI, Sabtu (25/10/2025).
Di tengah semilir angin Pare yang sejuk, suasana keakraban terasa begitu kental. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI, Koramil 0809/11 Pare menggelar bakti sosial (baksos) dan pemeriksaan kesehatan gratis, khusus bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin momen ulang tahun TNI tahun ini terasa lebih bermakna. Tidak hanya bagi kami para prajurit, tapi juga bagi masyarakat,” tutur Kapten Arm Bangun Budi Adi, Komandan Koramil Pare.
Di bawah tenda putih sederhana, para peserta bergiliran menjalani pemeriksaan kesehatan. Tim medis dari RSUD SLG dengan sabar melayani satu per satu, memeriksa tekanan darah, kadar gula, kolesterol, hingga memberikan konsultasi kesehatan ringan.
Tak jarang terdengar tawa kecil ketika dokter menyapa peserta dengan bahasa yang hangat. Bagi mereka, bisa jadi ini adalah satu dari sedikit momen di mana mereka mendapatkan perhatian langsung dari tenaga medis.
“Saya senang sekali bisa ikut. Rasanya diperhatikan. Biasanya kalau mau periksa harus jauh-jauh ke Puskesmas, sekarang malah disediakan di sini,” ujar Siti, penyandang disabilitas asal Desa Gedangsewu, sambil tersenyum malu.
Selain pemeriksaan kesehatan, Koramil Pare juga menyiapkan puluhan paket sembako untuk dibagikan secara gratis. Setiap bingkisan diberikan langsung oleh anggota TNI, disertai ucapan selamat dan harapan agar para penerima tetap semangat menjalani hidup.
Kegiatan ini sengaja dikemas dengan suasana kekeluargaan, tak ada jarak antara TNI dan masyarakat. Para prajurit tnampak membantu, menuntun peserta yang kesulitan berjalan, hingga mengantar mereka kembali ke kendaraan.
“TNI itu lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Maka, kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Kapten Bangun.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan, bahwa kegiatan sosial semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan. Setiap momentum penting, terutama menjelang peringatan HUT TNI, selalu menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan mempererat tali persaudaraan.
Tema besar HUT ke-80 TNI tahun ini: “TNI Prima, TNI Merakyat, Indonesia Maju” menjadi pengingat, bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari senjata dan strategi, melainkan juga dari kemampuan menebar empati dan kepedulian sosial.
“TNI kuat karena rakyat percaya. Dan kepercayaan itu tumbuh dari hal-hal kecil seperti ini — melayani dengan hati,” ungkap salah satu Babinsa yang ikut membantu kegiatan tersebut.
Di sela kegiatan, suasana haru sempat terlihat ketika seorang peserta lansia yang menggunakan kursi roda menyalami para anggota TNI sambil berucap lirih.
“Terima kasih, nak, sudah peduli sama kami”. Kalimat sederhana itu cukup membuat beberapa prajurit menundukkan kepala, haru.
Menjelang siang, acara ditutup dengan doa bersama. Tak ada kemewahan, hanya rasa syukur yang melingkupi seluruh peserta dan panitia. Baksos itu meninggalkan kesan mendalam, bahwa kehadiran TNI bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kemanusiaan. (rul)







