BANYUWANGI (RadarJatim.id) – Untuk memastikan pilihan kariernya sesuai dengan passion dan potensinya, Raditya Favian Asa, siswa kelas XI SMA SAIM Surabaya yang bercita-cita menjadi dokter hewan, menjalani program magang (internship) di Penangkaran Penyu Pantai Sukamade, Banyuwangi.
Magang selama bulan Februari 2025, Vian bekerja dalam dua shift. Shift pertama adalah shift malam yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 02.00 WIB. Pada shift ini, Vian ikut berpatroli bersama tim konservasi dan para ranger menyusuri pantai sepanjang 3,4 km untuk mencari penyu yang naik ke darat. Selain itu, ia bertugas menggali lubang tempat penyu bertelur serta memindahkan telur ke penangkaran. Pemindahan ini harus dilakukan dalam waktu maksimal empat jam setelah telur diletakkan oleh induknya.
Setelah istirahat singkat, Vian kembali bertugas pada shift pagi yang berlangsung pukul 04.00 hingga 10.00 WIB. Kegiatan pagi meliputi pemindahan telur ke penangkaran, penggantian pasir di area penangkaran sebagai bagian dari perawatan habitat (rotasi pasir), pelepasan tukik yang telah menetas ke laut dalam waktu maksimal dua hari, serta penanaman dan perawatan pandan laut di Pantai Sukamade. Pandan laut berperan penting dalam konservasi penyu, berfungsi sebagai tempat berlindung dari predator dan area aman untuk bertelur. Meskipun medan yang dilalui cukup menantang, Vian tetap bersemangat mengeksplorasi dunia konservasi penyu.
Tak berhenti di situ, Vian juga mengikuti magang konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara, Trenggalek. Di sini, ia terlibat dalam persiapan bibit karang di rumah apung serta proses penenggelaman 77 bioreeftek untuk mendukung ekosistem laut.
Vian mengaku sangat menikmati pengalaman magang ini. “Saya tidak hanya belajar bagaimana menjaga penyu, tetapi juga memahami ekosistem fauna di wilayah ini. Lebih dari itu, saya juga belajar mengenali diri saya sendiri,” ujarnya kepada supervisor dan guru pembimbing. (rio)







