SIDOARJO (RadarJatim.id) — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memberikan layanan yang terbaik kepada warganya, terutama untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 nanti. Yakni dengan mengajak warganya jaga stabilitas dan saling toleransi biar suasana Sidoarjo lebih aman dan nyaman, hingga program betonsasi jalan.
Dengan adanya betonisasi masayarakat akan senang dan nyaman saat melakukan aktivitas ibadah di malam hari saat Ramadhan nanti bila seluruh jalan di Wilayah Sidoarjo terang benderang, atau bersinar.
Kepala Bidang PJU Dishub Kabupaten Sidoarjo, Drian Isa Yostofa, SE M.Si. Bahkan menurutnya untuk wilayah perbatasan utara yang sebelah timur, yaitu wilayah Surabaya-Sidoarjo Merr sudah bersinar sejak awal Juli 2025 lalu.
Program selanjutnya sekitar wilayah Pondok Candra dan Tambak Sumur Waru, perbatasan lainnya wilayah Jabon, Prambon-Pekerin dan Tarik-Balongbendo. “Saya juga berharap kepada masyarakat, termasuk juga teman dari Dinas LHK kalau menanam pohon jangan terlalu dekat dengan tiang listrik,” harapnya.
“Kalau sudah tumbuh besar, dahan-daunnya akan membanggu penyinaran lampu-lampu jalan yang sudah terpasang dengan baik,” tegas Bang Yos pada (7/2/2026).

Sementara itu pihak Kepala Dishub Sidoarjo, juga sudah mengungkapkan kepada media akan melakukan pembangunan 400 titik PJU yang sudah mulai proses lelang. “Kami harap proses lelang berjalan cepat, sehingga penambahan PJU bisa segera terealisasi,” harapnya.
Meliputi wilayah Eks Kawedanan Porong anggarannya Rp 2,6 miliar, Sedangkan Eks Kawedanan Sidoarjo Rp 1,3 miliar. Eks Kawedanan Taman mendapat alokasi Rp 4,3 miliar. Eks Kawedanan Krian senilai Rp 2,6 miliar.
“Semua lokasi itu, segera terpasang agar jalan-jalan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, khususnya perbatasan semakin bersinar, biar masyarat yang melakukan ibadah di malam hari juga senang,” harapnya
Terbaru, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2/2026), bersama pimpinan DPRD, Kepala Dinas Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, jajaran Forkopimda, serta organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Subandi mengajak semuanya menjaga stabilitas politik, keamanan, dan kenyamanan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa perbedaan jumlah rakaat tarawih tidak perlu diperdebatkan, yang terpenting adalah saling menghormati dan tetap berkoordinasi di wilayah masing-masing.
Subandi juga memberikan arahan kepada jajaran OPD, khususnya Satpol PP, untuk aktif melakukan pemantauan ketertiban umum selama Ramadan serta memperhatikan aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Ia menyampaikan bahwa PKL makanan terkadang masih berjualan pada siang hari, sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat saling menghormati selama bulan puasa. Ia menambahkan bahwa PKL tetap perlu ditoleransi dengan baik, namun jangan sampai mengganggu.
Selain itu, Subandi meminta Dinas Pendidikan agar lebih tegas mengawasi kegiatan sekolah, termasuk outing class yang dinilai tidak sesuai arahan. Ia menyampaikan bahwa outing class sebaiknya cukup dilakukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau sekitarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya masih ditemukan kegiatan yang ditutupi dan tidak transparan, sehingga kepala sekolah harus memberikan contoh yang baik.
Ia turut menyoroti salah satu kebiasaan masyarakat yang perlu diperhatikan, yakni kegiatan pengajian malam hari yang terkadang berlangsung hingga larut.
Menurutnya, perlu ada kesepakatan bersama terkait batas waktu kegiatan agar tidak mengganggu waktu istirahat warga. Ia menyebutkan bahwa pengajian biasanya berlangsung hingga pukul 12 malam, sehingga perlu disepakati sampai jam berapa kegiatan tersebut dapat dilakukan.
Ia menegaskan bahwa intinya tetap mengikuti kesepakatan bersama dengan catatan tidak mengganggu aktivitas warga, terutama waktu istirahat, dan hal tersebut nantinya akan dibuatkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penyesuaian kegiatan selama Ramadan.
Selain itu, Subandi juga menyinggung tradisi takbiran menjelang Idulfitri yang selama ini dilakukan dengan cara berkeliling. Ia menyampaikan bahwa takbiran keliling diperbolehkan atau tidak nantinya akan dirundingkan kembali. Jika tidak diperbolehkan, maka takbiran cukup dilakukan di lingkungan masing-masing atau di lingkungan sekolah.
Meski demikian, Subandi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin tradisi dan kearifan lokal yang sudah mengakar justru ditinggalkan. Ia menyampaikan bahwa kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan, termasuk takbiran anak-anak dengan obor yang tetap perlu dibiarkan berjalan agar suasana menyambut lebaran tetap semarak dan berjalan dengan baik.
Selain itu Bupati Sidoarjo terus keliling memastikan Perbaikan Jalan Berjalan maksimal, terus menggenjot percepatan perbaikan jalan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan. Upaya tersebut dilakukan guna menunjang kelancaran roda perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Untuk memastikan proses perbaikan berjalan lancar, Bupati Subandi terus keliling memantau beberapa ruas jalan. Kali ini, sidak dilakukan di Jalan Muncul, ruas Jalan Gedangan–Betro di Kecamatan Gedangan, serta ruas Jalan Pagerwojo–Entalsewu di Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (7/2/2026).
Percepatan perbaikan jalan tersebut didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo. H.Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan penanganan jalan rusak agar tidak membahayakan masyarakat.
“Saya bersama Dinas PUBM Sidoarjo akan segera melakukan perbaikan jalan yang rusak di Desa Gedangan hingga perbatasan Desa Betro agar tidak ada lagi lubang di jalan,” ujar H. Subandi saat sidak di Desa Gedangan.
Ia menambahkan, perbaikan ruas Jalan Gedangan hingga perbatasan Desa Betro akan dilakukan dengan pengaspalan sepanjang 3,7 kilometer. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan perawatan infrastruktur tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di masyarakat.
“Dengan kerja sama antara pihak kecamatan, kelurahan, RT/RW, dan masyarakat, ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam semangat Bangun Desa, Bangun Kota,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Subandi menyampaikan bahwa dalam minggu ini dirinya akan terus melakukan sidak di lima kecamatan yang menerima laporan jalan rusak, yakni Kecamatan Waru, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, dan Sedati.
“Saya akan terus memantau jalan yang rusak di lima kecamatan tersebut. Dalam minggu ini harus segera diselesaikan pengerjaannya, dan minggu selanjutnya kita akan bergerak ke ruas jalan rusak lainnya,” tambahnya.
Bupati Subandi berharap seluruh pengerjaan perbaikan jalan dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman. Ia juga menegaskan agar kualitas material dan pengerjaan tetap menjadi prioritas utama.
“Saya berharap sebelum lebaran nanti seluruh ruas jalan yang rusak di beberapa wilayah kecamatan dapat selesai pengerjaannya. Kita akan terus memonitor mulai dari kualitas bahan material hingga proses pengaspalan agar hasilnya lebih awet dan bertahan lama,” harap Subandi.(mad/adv)







