BOJONEGORO (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Sosial, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran (TA) 2025. Penyaluran secara simbolis dilaksanakan di kantor PT Putra Jaya Sakti Perkasa, Kamis (30/10/2025), dengan mengundang 95 buruh pabrik dan 5 buruh tani tembakau.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan setelah menyerahkan BLT DBHCHT secara simbolis bahwa pendapatan DBHCHT tahun depan diperkirakan akan berkurang sekitar 50 persen. Namun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus berupaya untuk tidak mengurangi jumlah penerima bantuan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinsos dan Disperinaker yang telah berjuang langsung dalam penyaluran BLT DBHCHT ini. Semoga memberikan manfaat bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial, Agus Susetyo Hardiyanto, melaporkan bahwa BLT DBHCHT ini masuk dalam anggaran P-APBD tahun 2025. Penyerahan simbolis pertama dilakukan di MPS Dander, PT Kareb Alam Sejahtera pada Jumat (24/10/2025), dilanjutkan di PT Putra Jaya Sakti Perkasa di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Tahap ketiga akan dilaksanakan di MPS Padangan milik PT Rukun Jaya Makmur pada Jumat (31/10/2025).
“Total BLT DBHCHT 2025 adalah Rp 33,6 miliar tahun ini, dengan jumlah 18.695 penerima, terdiri dari 15.753 buruh pabrik rokok dan 2.942 buruh tani tembakau,” jelasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk secara resmi mengawali penyaluran BLT DBHCHT dan memberikan kepastian penyaluran dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat. Penyaluran ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata di sektor tembakau, khususnya bagi buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.
“Semoga BLT DBHCHT ini dapat mensejahterakan KPM, sehingga memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” tambahnya.
Direktur PT Putra Jaya Sakti Perkasa, Bagus Darsono, menyampaikan terima kasih karena perusahaannya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan penyerahan simbolis BLT DBHCHT. Kegiatan ini sangat penting bagi para pekerja di sektor industri tembakau.
“Semoga para pekerja semakin semangat, agar kita bisa terus bersinergi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Pradah)







