SIDOARJO (RadarJatim.id) – Prestasi membanggakan telah diraih oleh dua siswa SMP Negeri 1 Sedati, yakni Nathania Diandra Putri siswi kelas 9.3 dan Naura Mutia Pramita Rainny siswi kelas 8.10. Keduanya telah berhasil melakukan penelitian dan berhasil menciptakan ‘ALBIN’.
‘ALBIN’ merupakan Smart Plester Cair yang berbasis Aloe Vera dan Ekstrak Binahong, sebagai solusi penyembuhan luka superfisial dan Antibakteri pencegah infeksi. Dan karya tersebut berhasil meraih medali emas OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) Tingkat Nasional 2025 Ketegori IPAL (Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan).
Capaian fantastis tersebut diukir dalam ajang yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, di Surabaya pada 10-16 November 2025.
Nathania dan Naura mengaku tidak menyangka bisa berprestasi meraih medali emas tingkat nasional. Karena pesertanya juga sangat banyak sekali. Terdaftar sekitar 14.313 tim se Indonesia. Terus diseleksi hingga 11.926, lanjut seleksi laporan tinggal 7.657 terdaftar, dan terakhir ada sebanyak 150 tim yang masuk daftar finalis.
“Dengan banyaknya peserta, sudah dipastikan persaingannya sangat ketat sekali. Alhamdulillah saya tidak menyangka sama sekali bisa juara, dan meraih medali emas,” ungkap Nathania dan Naura dengan bernafas lega, saat di temui di sekolahnya pada (18/11/2025) pagi.
Naura mengaku ide awal pembuatan ALBIN ini karena masih banyak masyarakat yang memakai plaster berbahan kimia, juga memiliki daya rekat yang rendah di area kulit lembab. Oleh karena itu, kami menggunakan binahong yang sudah dikenal masyarakat untuk menyembuhkan luka.
“Akhirnya kami kombinasikan binahong dengan aloe vera. Prosesnya tinggal dioleskan, karena bentuknya seperti jelly, dan saat dilepas tidak membekas dan tidak sakit,” jelasnya.
“Dan kami sudah menguji karakteristik, sudah menguji in vivo dan uji anti bakteri. Berikutnya kami juga akan melakukan uji klinis tahap 1, tahap 2 hingga tahap 3. Nantinya juga akan kita patenkan hak ciptanya,” terang Nathania.
“Untuk kedepannya kita akan melakukan uji efektivitas pada luka lain, seperti luka bakar superfisial, juga uji umur simpan daya, yang kedepannya mungkin bisa untuk produksi massal,” ujar Nathania dan Naura.
Sebagai guru pembimbing, Muhammad Luqmanul Hakim, S.Pd juga mengaku kalau di sekolah sudah pembinaan soal KIR (Karya Ilmiah Remaja) dari setahun sebelumnya. Namun anak-anak yang sudah fokus dalam OPSI pembinannya lebih intens lagi. “Mungkin bisa seminggu dua kali, namun yang lebih penting lagi ide-ide awal semuanya dari siswa. Pembimbing tinggal mengarahkan supaya bisa menjadi ide yang original dan berprestasi,
“ jelasnya.
Kepala SMP Negeri 1 Sedati Ratya Diyah Mustikawati, S.Pd M.Pd juga berharap prestasi yang telah diraih Nathania dan Naura ini semoga mampu memotivasi teman-teman yang lainnya, terutama adik-adik kelasnya untuk bisa berprestasi juga.
“Jangan takut mencoba hal baru, semoga dari SMP Negeri 1 Sedati akan muncul anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, yang dibutuhkan Indonesia di masa depan,” doanya.(mad)







