KEDIRI (RadarJatim.id) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri menerapkan langkah darurat menjelang arus mudik lebaran 2026 dengan menargetkan penutupan sekitar 3.000 titik lubang di jalan kabupaten. Penanganan difokuskan pada jalur-jalur poros penghubung antarwilayah yang diprediksi padat oleh arus pemudik.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan, kebijakan sementara yang diambil adalah memastikan tidak ada lubang dalam yang membahayakan pengguna jalan.
“Yang penting sekarang lubang-lubang dalam kita tutup dulu. Supaya aman saat arus mudik,” ujar Irwan, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, Ramadan yang datang lebih awal setiap tahun, serta musim hujan yang lebih panjang memperparah kondisi jalan. Secara teknis, curah hujan tinggi membuat tanah di bawah lapisan aspal menjadi lunak, sehingga daya dukungnya menurun.
“Kalau tanahnya basah lalu dilintasi kendaraan berat, aspal lebih cepat rusak. Itu sebabnya tingkat kerusakan lebih tinggi saat musim hujan,” katanya.
Menurut dia, kerusakan jalan saat ini berkembang lebih cepat dibandingkan kemampuan penanganan. Di satu titik selesai diperbaiki, di titik lain muncul lubang baru.
Staf Bina Marga PUPR Kabupaten Kediri, Malik Abdul Aziz, mengungkapkan, dalam 20 hari menjelang lebaran, pihaknya menargetkan penanganan sekitar 12.000 meter persegi lubang jalan.
“Kalau dirata-rata lebarnya 1,5 meter, itu setara sekitar 8 kilometer panjang penanganan. Perkiraannya bisa sampai 3.000 titik lubang,” kata Malik.
Anggaran yang dialokasikan untuk program prioritas tersebut sekitar Rp 2 miliar. Hingga akhir Februari 2026, progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai 5–10 persen, karena pengerjaan masih berlangsung di sejumlah ruas.
Beberapa jalur yang menjadi prioritas di antaranya ruas Jombang–Gurah–Pagu, Papar–Pare dan lainnya. Jalur tersebut merupakan jalan poros kabupaten yang menghubungkan antarkecamatan dan menjadi alternatif saat terjadi kepadatan di simpang Mengkreng.
Tim Dibagi Empat Wilayah
Ditambahkan, penanganan dilakukan dengan membagi wilayah kerja menjadi empat zona: Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Setiap zona ditangani oleh tim khusus yang terdiri atas 4–5 orang, lengkap dengan material dan peralatan.
Metode yang digunakan adalah patching atau tambal sulam. Lubang dirapikan berbentuk kotak, dibersihkan, dipadatkan, diberi perekat, kemudian ditutup aspal hotmix dan dipadatkan kembali.
“Karena keterbatasan anggaran dan waktu, kita prioritaskan jalan poros dulu. Jalan lingkungan sementara menunggu,” ujar Malik.
PUPR menargetkan pekerjaan rampung sebelum H-7 Lebaran, mengingat adanya pembatasan operasional kendaraan berat menjelang puncak arus mudik.
“Yang jelas kami akan terus beroperasi hingga truck tidak lagi diperbolehkan melintas,” beber Malik.
Irwan menambahkan, pekerjaan pelapisan ulang menyeluruh (overlay) baru akan dilakukan setelah Lebaran karena membutuhkan waktu dan anggaran lebih besar.
“Memang belum bisa sempurna dan mulus semua. Tapi yang penting sekarang aman dilalui masyarakat,” tutupnya. (rul)







