SURABAYA (RadarJatim.id) H Khulaim Junaidi, S.P,M.M, anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Jatim napak tilas dengan berkunjung ke rumah kelahiran salah satu tokoh pahlawan di Surabaya, yakni DR. H Roeslan Abdulgani. Rumah kelahiran tokoh pahlawan ini terletak di Jl. Plampitan Gg. VIII No.34, Peneleh, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur.
“Kita ingin mengenang jasa jasa para pahlawan. Agar perjuangan para pahlawan menjadi motivasi kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya,” kata H Khulaim Junaidi, Kamis,11 Oktober 2021.
Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Kabupaten Sidoarjo ini juga mengimbau kepada para generasi muda untuk tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan. Termasuk semangat juang dan bersatu harus terus di kedepankan.
“Mempertahankan kemerdekaan butuh persatuan begitu juga mengisi kemerdekaan,” tambah Abah Khulaim, panggilan akrabnya.
Nama H Roeslan Abdulgani memang sudah tidak asing lagi terutama di Surabaya. Dimana sosok ini turut berjuang merebut kekuasaan dari tangan Jepang ketika terjadi Proklamasi Kemerdekaan. Cak Roes, panggilan H Roeslan Abdugani ini dikenal sebagai ketua organisasi Indonesia Muda.
Akibat aktivitasnya itu, Cak Roes sempat ditangkap aparat Belanda. Dirinya tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 1956-1957 dan menjabat Menteri Penerangan Indonesia pada 1963-1964. Termasuk diberi amanah menjadi Duta Besar RI untuk PBB pada 1967-1971.
“Untuk merdeka butuh waktu yangg panjang dan mengorbankan banyak nyawa, begitu juga mempertahankannya saat peristiwa 10 November,” tambah H Khulaim Junaidi,yang penah menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.
Seperti diketahui, Cak Roeslan lahir di Surabaya pada 24 November 1914. Rumah kelahiran Roeslan Abdulgani berlokasi di Plampitan VIII No. 26-28, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya. Di rumah yang lokasinya depan Masjid Plampitan dan arsitektur berciri Belanda itu sampai saat ini masih terawatt.
Di depan rumahnya juga terdapat plat logam berwarna kuning keemasan sebagai penanda bahwa rumah itu merupakan Rumah Cagar Budaya. Saat di rumah tersebut, H Khulam Junaidi menyempatkan melihat lihat berbagai peninggalan orang tua Cak Roeslan Abdulgani, yaitu Doelgani dan Siti Moerad. Seperti tongkat, payung, kursi kayu dan juga foto-foto keluarga. (RJ1/RED)







