SIDOARJO (RadarJatim.id) – Proses awal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, mendadak diwarnai gejolak. Baru dua hari terpilih sebagai Ketua Panitia Pilkades tahun 2026, Tri Budiono secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, lantaran tahapan Pilkades Sidokepung baru saja dimulai. Surat pengunduran diri Tri Budiono telah diterima Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidokepung pada Kamis (1/1).
Dalam surat resminya, Tri Budiono menyampaikan alasan pengunduran diri karena kesibukan pekerjaan yang menyita banyak waktu. Ia khawatir tidak dapat menjalankan tugas sebagai ketua panitia secara maksimal dan justru mengganggu kelancaran tahapan Pilkades 2026.
Namun, kepada Radar Jatim, Tri Budiono mengungkap fakta lain yang lebih serius di balik keputusannya tersebut. Ia menyebut, pengunduran dirinya bukan semata-mata karena pekerjaan, melainkan adanya dugaan intimidasi dan teror yang dialami dirinya serta keluarga.
“Setelah proses pemilihan panitia selesai dan saya terpilih menjadi ketua, ada seseorang yang tidak saya kenal tiba-tiba datang dan mengintimidasi saya. Sepertinya dia tidak berkenan saya menjadi ketua panitia,” ujar Tri Budiono kepada Radar Jatim.
Ia mengaku tidak mengenal sosok tersebut. Tak berhenti di situ, teror juga dialami oleh keluarganya. Tri Budiono mengungkapkan, istrinya menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal dengan muatan yang sama.
“Yang saya tahu orangnya masih muda dan memakai kaos hitam. Ada teror juga telepon ke istri saya. Istri saya tidak mengenal orang tersebut dan juga tidak mengenal nomor teleponnya,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat situasi keluarga menjadi tidak tenang. Atas permintaan sang istri, Tri Budiono akhirnya memutuskan mundur dari jabatan ketua panitia Pilkades.
“Istri saya takut, hampir tiap hari menangis. Jadi saya memilih mengundurkan diri agar keluarga bisa tenang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPD Sidokepung Sihat, membenarkan adanya pengunduran diri Tri Budiono. Ia menyampaikan, alasan yang diterima secara resmi sesuai dengan surat pengunduran diri.
“Saudara Tri Budiono mengundurkan diri dengan alasan benturan jadwal pekerjaan dan beliau menyampaikan tidak bisa menjalankan tugas sebagai ketua panitia Pilkades secara maksimal,” kata Sihat melalui pesan WhatsApp.
Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait dugaan intimidasi dan teror yang diungkapkan Tri Budiono, pesan WhatsApp diketahui telah dibaca, namun tidak mendapat tanggapan lanjutan.
Sebagai informasi, BPD Sidokepung sebelumnya telah membentuk susunan kepanitiaan Pilkades 2026 pada Selasa (30/12) lalu. Melalui mekanisme voting, Tri Budiono memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai ketua panitia, disusul Umar sebagai wakil ketua.
Mundurnya Tri Budiono kini menjadi perhatian publik dan menyisakan pertanyaan besar terkait keamanan serta independensi proses Pilkades Sidokepung ke depan. (RJ/Red)







