SIDOARJO (RadarJatim.id) – SMP Negeri 1 Sedati kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan lingkungan hidup. Pada tahun 2025, sekolah ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, sebuah capaian tertinggi dalam Program Adiwiyata yang menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Penghargaan Adiwiyata Mandiri bukanlah capaian yang diraih secara instan. Prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang, konsistensi, serta komitmen kuat seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan.
“Mulai dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua dan mitra sekolah, semuanya berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutur Kepala SMP Negeri 1 Sedati Ratna Diyah Mustikawati, S.Pd M.Pd pada (5/1/2026) pagi.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa visi sekolah, yaitu “Beriman dan bertakwa, berkarakter, kompeten, dan peduli lingkungan”, benar-benar menjadi ruh dan landasan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan sekolah.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya tertuang dalam dokumen perencanaan, tetapi diimplementasikan secara nyata dalam keseharian warga sekolah. “Penghargaan Adiwiyata Mandiri ini adalah pengakuan atas kerja bersama. Tanpa kolaborasi dan komitmen seluruh warga sekolah, capaian ini tidak mungkin terwujud,” ungkapnya.
Bu Ratna_sapaan akrabnya, menerangkan untuk penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), SMPN 1 Sedati mengembangkan berbagai aspek utama secara terintegrasi. Aspek pertama adalah kebersihan sanitasi dan drainase, yang diwujudkan melalui pengelolaan toilet sehat, saluran air yang terawat, serta budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.
“Sekolah juga secara konsisten melakukan perawatan pohon sebagai upaya menciptakan lingkungan hijau dan meningkatkan kualitas udara,” terangnya.
Selain itu, pengelolaan sampah menjadi perhatian serius dengan penerapan penggunaan tumbler dan kotak makan untuk mengurangi sampah plastik, bank sampah, pembuatan kompos, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
Dalam aspek konservasi air, sekolah mengembangkan kebiasaan hemat air dan pemanfaatan air secara bijak, sedangkan pada konservasi energi, warga sekolah dibiasakan untuk menggunakan energi secara efisien, seperti mematikan lampu dan perangkat listrik selama 1 jam di hari Jum’at dan saat tidak digunakan.
Tidak berhenti pada penerapan perilaku ramah lingkungan hidup, SMPN 1 Sedati juga terus mengembangkan inovasi lingkungan dalam pelaksanaannya. Berbagai inovasi berkelanjutan lahir dari kreativitas peserta didik yang didampingi oleh guru.
“Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan sekolah, tetapi juga berhasil mengantarkan peserta didik meraih kejuaraan di tingkat nasional hingga internasional, khususnya dalam bidang inovasi lingkungan dan sains terapan,” ungkapnya.
Keberhasilan ini juga bukti nyata bahwa nilai-nilai peduli lingkungan diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pendidikan, baik intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun kegiatan pembiasaan. Dalam pembelajaran di kelas, guru mengaitkan materi dengan isu lingkungan.
Pada kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, peserta didik dilibatkan langsung dalam aksi nyata seperti proyek lingkungan, kampanye hijau, dan penelitian sederhana. Sementara itu, kegiatan pembiasaan dilakukan melalui rutinitas harian yang menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini.
Sekolah berharap, capaian Adiwiyata Mandiri ini tidak hanya menjadi prestasi simbolik, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus menerapkan perilaku ramah lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masing-masing. “Dengan demikian, dampak positifnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” harap Bu Ratna.
“Melalui penghargaan Adiwiyata Mandiri 2025 ini, SMPN 1 Sedati menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun generasi yang beriman, berkarakter, kompeten, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya.(mad)







