SIDOARJO (RadarJatim.id) Bambang Haryo Soekartono (BHS) didaulat jadi Bapak Petani Sidoarjo. BHS selama ini dinilai konsisten dan selalu memperjuangkan nasib petani di kabupaten Sidoarjo.
Deklarasi BHS menjadi bapak petani Sidoarjo dilakulan oleh Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) se Kabupaten Sidoarjo, Rabu (25/5/2022).
“Bapak BHS selama ini selalu mendapat keluhan dari Kami dan turun langsung kelapangan mendengar keluhan kami dan memberi solusi. Saat ada keluhan petani, beliau selalu hadir, ” kata Purnomo perwakilan Gapoktan Sidoarjo, Rabu (25/5/2022).

Dia menyebutkan, Gapoktan saat mengeluh berkurangnya pupuk subsidi yang diberikan kepada petani dari 275 kilo perhetar menjadi 200 kilo perhektarnya oleh Pemerintah Sidoarjo, BHS langsung memperjuangan masalah itu dan akhirnya ada solusi pupuk subsidi kembali diberikan ke Gapoktan sebesar 275 kilo perhektarnya.
Dengan didaulatnya BHS sebagai Bapaknya Petani Sidoarjo, pihaknya berharap agar persoalan ada yang memperjuangkannya.
“Harapan terbesar Gapoktan agar Pak BHS bisa mengangkat nasib petani di Sidoarjo. Mulai penyamaan harga padi atau ada harga satu pintu agar padi saat musim panen di Sidoarjo bisa stabil, memperjuangkan nasib petani dengan solusi-solusinya terkait hama, kesulitan pupuk, masalah pengairan dan jika petani gagal panen, pembantuan permodalan petani serta kami ingin Pak BHS ini sebagai penyambung lidah para petani ke Pemerintah Sidoarjo,” pungkasnya.

Sementara itu, Bambang Haryo Soekartono mengatakan dirinya memang kerap turun langsung menemui petani atau Gapoktan yang mengadukan permasalahanya kepadanya maupun ke tim BHS Peduli.
“Apa yang saya lakukan selama ini hanya berusaha sebisa mungkin membantu Petani dengan menjembatani masalah mereka kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Jawa Timur maupun Pemerintah Pusat untuk memecahkan atau mencari solusi jawaban masalah Petani, ” kata BHS.
Anggota Dewan Pakar DPP Gerindra yang juga Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim ini menegaskan akan selalu didepan untuk memperjuangkan nasib petani.
Pihaknya juga berharap agar hasil pertanian petani Sidoarjo terutama Padi harus bisa di serap Pemerintah sidoarjo untuk menjadi prioritas. Agar hasil produk petani Sidoarjo, harus bisa dinikmati warga Sidoarjo.
Anggota DPR RI 2014-2019 ini juga berharap agar Pemerintah Pusat memasukkan pendidikan pertanian bisa di masukkan di ekstrakulikuler siswa mulai Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan awal Sekolah Menengah Atas dengan para pengajar atau gurunya dari para Gapoktan ini.
“Tujuannya ika ada ekstrakulikuler pertanian, pasti ada minat bagi generasi penerus untuk menjadi petani. Sebab saat ini generasi muda sudah jarang yang ingin meneruskan pertanian orang tuanya, itu yang membuat lahan pertanian di negara kita semakin tergerus karena tidak ada penerus dari generasi muda,” pungkasnya. (RJ/RED)







