GRESIK (RadarJatim.id) – Potensi munculnya klaster baru dalam pemilihan bupati (Pilbup) menjadi perhatian serius Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. Untuk mencegah dan meminimalkan risiko penyebaran virus corona (Covid-19), KPU di antaranya menyiapkan bilik khusus bagi masyarakat calon pemilih yang terdeteksi bersuhu badan di atas 37,5 derajat celcius.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik juga terus berupaya mengantisipasi agar kekhawatiran terbentuknya klaster baru itu tak terbukti. Bahkan, untuk mencegah adanya klaster baru itu, kerja komisioner diakui seperti petugas satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19.
Hal itu diungkapkan Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik di Hotel Aston Inn Gresik, Senin (26/10/2020).
“Pilbup ini tantangan bagi kami. Karena aturannya cukup rigit terkait protokol kesehatan. Bahkan, kami bagai Satgas Covid-19 meski tidak punya kompetensinya,” ungkap Roni dalam sosialisasi kerja bareng dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik itu.
Sosialiasi yang dimoderatori Ketua PWI Gresik Sholahuddin itu berlangsung gayeng penuh keakraban. Roni menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan terkait tahapan Pilbup harus dilakukan dengan mengacu protokol kesehatan.
“Seperti Satgas Covid saja. Ngurusi prokes itu ribet. Karena memang kami tidak ada keahlian untuk penanganan Covid,” ujarnya.
Dicontohkan, rencana pencoblosan 9 Desember 2020. Seluruh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang lebih 22 ribu anggota itu harus menjalani rapid test. Anggarannya dari APBN, dan setiap anggota dianggarkan maksimal Rp 150 ribu.
Data di KPU terkait Pilbup di Kota Santri ini menunjukkan, ada 2.264 tempat tempat pemungutan suara (TPS) untuk seluruh wilayah Kab. Gresik. Setiap TPS rata-rata disiapi tujuh petugas, sehingga total petugas yang terlibat sekitar 15.848 orang. Ditambah Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mencapai 22 ribuan. Anggaran Covid-19 sebesar Rp 150 ribu per anggota, sehingga total dibutuhkan anggaran Rp 2,4 miliar.
Roni mengatakan, setiap TPS nantinya disiapi tiga bilik suara. Dua bilik suara untuk calon pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius. Satu bilik suara lagi untuk pemilih yang hasil pengecekan thermo gun di atas 37,5 derajat celcius.
Disinggung tentang kemungkinan pemilih yang terkonfirmasi corona, Roni menjelaskan, sesuai prosedur mereka akan melakukan isolasi mandiri, dirawat di rumah sakit, atau di pondok rehabilitasi corona di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).
Roni memastikan, pemilih yang terkonfirmasi corona tetap memiliki hak untuk partisipasi dalam pilbup. “Nanti ada petugas memakai hazardous materials (hazmat) yang mendatangi pemilih yang terkonfirmasi corona,” tandasnya. (rj2/Red)







