KEDIRI (RadarJatim.id) — Sekitar 500 santri Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri mengikuti Seminar Lingkungan Hidup yang digelar di Gedung DMC lantai 5, Sabtu (17/12/2025). Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini melalui konsep Eco Pesantren.
Seminar tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, serta unsur organisasi masyarakat.
Ketua DPD LDII Kota Kediri Agung Riyanto mengatakan, santri harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan lingkungan.
“Santri bukan hanya belajar agama, tetapi juga memiliki peran penting menjaga keberlanjutan alam. Inilah esensi dari Eco Pesantren,” ujarnya.
Narasumber dari DLHKP Kota Kediri, Ridwan Salimin, menambahkan, Ponpes Wali Barokah telah menerima penghargaan Eco Pesantren Pratama dan diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan.
“Kami menargetkan Wali Barokah sebagai model kawasan Pro Clean bagi wilayah Kediri dan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Dr Atus Syahbudin dari UGM menilai, peran kiai dan santri menjadi kekuatan khas dalam menggerakkan masyarakat.
“Pesantren memiliki modal sosial besar untuk menjembatani program pemerintah dengan partisipasi masyarakat,” ucapnya.
Ketua LDII Wali Barokah Sunarto menuturkan, pihaknya akan memperluas dampak program lingkungan hingga ke lingkungan RT dan RW sekitar pondok.
“Kami ingin manfaatnya dirasakan masyarakat, tidak berhenti di lingkungan pesantren saja,” tutupnya. (rul)







