MAGETAN (RadarJatim.id) – Liburan sekolah tahun ini hanya menjadi hak peserta didik. Sedangkan guru tetap masuk sekolah, apalagi guru harus mengisi daftar hadir di lokasi sekolah. Karena itu, sekolah membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru. Tiga pekan masa liburan, mulai 23 Juni hingga 13 Juli 2024 dimanfaatkan SD Islamiyah Magetan untuk menguatkan sistem pembelajaran.
Sekolah yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama itu mengawali pekan pertama liburan dengan agenda menyiapkan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan sekolah) peserta didik baru. Ulang tahun sekolah yang bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, 15 Juli, juga dipersiapkan dengan optimal.
Pekan kedua diisi dengan Diklat Pengembangan membaca Al-Qur’an dengan metode An-Nahdliyah. Pembelajaran menggunakan sumber buku Cepat Tanggap Belajar Al-Qur’an yang disusun oleh LP Ma’arif Cabang Tulungagung. Terdiri dari 6 jilid dan biasa digunakan siswa untuk ngaji Al-Qur’an di sekolah sebelum pelajaran dimulai.
“Metode ini memiliki ciri khas pada kesesuaian dan keteraturan bacaan dengan menggunakan ketukan atau titian murotal. Suasana pembelajaran terasa nyaman dan santai, tetapi tetap fokus. Fokus untuk melafalkan dengan benar setiap huruf sesuai makhrajnya (ketepatan suara-red),” kata Pembimbing Diklat, Ustaz Warsito. Menurutnya, ketepatan anak-anak membaca Al-Qur’an harus dimulai dari saat anak mengenal huruf-huruf hijaiyah.
Di akhir pekan liburan, guru-guru memperdalam Kurikulum Merdeka dan mengerjakan tugas yang berkaitan dengan kurikulum tersebut. Melalui semua kegiatan ini diharapkan sumber daya manusia sekolah semakin berkualitas, pendidikan dan pembelajaran di SD Islamiyah semakin bermakna dan bermanfaat untuk peserta didik. Semoga. (rio)

Membuat pernik-pernik untuk menyambut peserta didik baru.







