SURABAYA (RadarJatim.id) – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) memberikan penghargaan kepada sejumlah ilmuwan, akademisi, mahasiswa, serta tokoh masyarakat dalam Malam Penganugerahan LPTNU Award 2026 yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (10/3) malam.
Acara itu diikuti oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi NU se-Indonesia yang diawali dengan kegiatan seminar untuk merumuskan rekomendasi arah pendidikan tinggi NU dalam 15 tahun ke depan. Seminar membahas dua tema pokok yakni tentang pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran serta membangun ekosistem riset dan inovasi.
Penghargaan ini diberikan kepada individu dan lembaga yang dinilai memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Pada kategori Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Berpengaruh, LPTNU memberikan penghargaan kepada tiga tokoh yang melalui riset dan inovasinya memberi dampak luas bagi masyarakat.
Di bidang kedokteran, penghargaan diberikan kepada Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D., Guru Besar Universitas Gadjah Mada yang memimpin riset pengendalian demam berdarah menggunakan teknologi nyamuk ber-Wolbachia. Penelitian tersebut berhasil menurunkan kasus demam berdarah hingga sekitar 77 persen di wilayah uji coba di Yogyakarta.
Di bidang sains terapan, penghargaan diberikan kepada Prof. Irwandi Jaswir, M.Sc., Ph.D., ilmuwan sains pangan dari International Islamic University Malaysia yang meneliti pemanfaatan mikroalga dan senyawa bioaktif alami untuk pengembangan pangan dan produk kesehatan halal.
Sementara itu, penghargaan bidang teknologi diberikan kepada Ir. Tri Mumpuni Wiyatno, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), yang dikenal melalui inovasi pengembangan pembangkit listrik mikrohidro berbasis pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah terpencil di Indonesia.
Selain itu, LPTNU juga memberikan penghargaan kepada sejumlah akademisi PTNU yang memiliki karya ilmiah berpengaruh. Salah satunya Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D. dari Unusa yang masuk dalam daftar Top 2% World’s Most Influential Scientists versi Stanford University selama lima tahun berturut-turut.
Pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, atas kontribusinya dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional.
LPTNU Award juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi dari berbagai PTNU di Indonesia yang menorehkan prestasi akademik, olahraga, maupun dakwah di tingkat nasional dan internasional.
Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Prof. Dr. H. Ainun Na’im, Ph.D., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Anugerah LPTNU 2026 menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.
Ia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh LPTNU sebagai bentuk penghargaan kepada civitas akademika PTNU yang selama ini menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Anugerah LPTNU 2026 ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada PTNU di seluruh Indonesia, khususnya kepada civitas akademika yang telah berprestasi dan mendedikasikan keilmuannya dalam bidang pendidikan tinggi, baik melalui riset maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ainun Na’im. (hms, rio)







