SIDOARJO (RadarJatim.id) — Perjalanan menjadi seorang teacherpreneur bukanlah sesuatu yang instan. Semua berawal dari langkah kecil, niat yang kuat, dan keberanian untuk mencoba.
Itulah ungkapan Luluk Yusni’ah, S.Pd guru SMA Negeri 1 Taman yang memulai karier sebagai guru honorer, dan mempunyai usaha grosir ‘RUMAHITA.ID’ serta telah ditetapkan sebagai The Best 30 Top Usaha Guru’ Se Jawa Timur 2026.
Usai menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, STP MM, Luluk Yusni’ah menceritakan dengan segala keterbatasan yang ada. Di tengah tanggung jawab mendidik anak-anak, saya juga berusaha mencari cara agar kebutuhan ekonomi tetap terpenuhi.
Sejak tahun 2015, saya mulai merintis usaha kecil-kecilan dan berjualan secara online. Awalnya sederhana, dijalani sambil mengajar, belajar dari kegagalan, dan terus berproses. “Bagi saya, usaha ini bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk bertahan dan berkembang sebagai pendidik,” ungkapnya.
Titik balik perjalanan ini datang pada tahun 2025, ketika Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membuka pendaftaran PROTEG (Program Terapan Ekonomi Guru) 2025, sebuah program pengembangan ekonomi guru yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dengan penuh harap, saya mencoba mendaftar.
“Alhamdulillah, dari kurang lebih 900 guru honorer se-Jawa Timur yang mendaftar, saya dinyatakan lolos seleksi awal,” ungkapnya pada (6/2/2026) siang.
Program PROTEG 2025 dilaksanakan melalui berbagai tahapan selama kurang lebih lima bulan. Kegiatan dimulai dengan kelas daring melalui Zoom yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Dari tahap ini, peserta kembali diseleksi hingga tersisa sekitar 450 guru, yang kemudian dibagi ke dalam kelas A, B, dan C.
Ia ceritakan, saya tergabung dalam kelas B, yang selanjutnya mengikuti workshop offlinr selama dua hari pada bulan Juli yang bertempat di Hotel Surabaya. Dari workshop tersebut, kami dibekali berbagai ilmu kewirausahaan yang kemudian langsung kami aplikasikan dalam usaha masing-masing.
Tahapan berikutnya adalah seleksi lanjutan hingga terpilih 120 peserta terbaik untuk mengikuti Startup Acceleration PROTEG 2025 yang dilaksanakan selama dua hari pada bulan November di Hotel Ibis Surabaya. Pada tahap ini, kami mempresentasikan usaha yang kami jalankan di hadapan para investor serta tim dari ITS.
Pengalaman itu menjadi momen yang sangat berharga, penuh tantangan, sekaligus membuka wawasan baru tentang dunia usaha yang profesional dan berkelanjutan.
Dari proses panjang tersebut, kembali dilakukan seleksi hingga akhirnya terpilih 30 Top Usaha Guru PROTEG 2025.
“Alhamdulillah, saya termasuk di dalamnya. Bersama rekan saya dari SLB Gedangan, kami berhasil mewakili Kabupaten Sidoarjo dan membawa nama baik sekolah SMA Negeri 1 Taman serta Cabang Dinas Sidoarjo dalam ajang Sharing and Gathering 30 Top Usaha Guru PROTEG 2025,” terangnya.
Sekitar lima bulan mengikuti PROTEG 2025, saya mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa, dengan dukungan para narasumber hebat yang inspiratif. “Banyak pembelajaran berharga yang tidak hanya meningkatkan kualitas usaha, tetapi juga cara berpikir, manajemen waktu, dan kepercayaan diri,” jelas Bu Luluk_sapaan akrabnya.
Menjadi seorang teacherpreneur bukan berarti mengabaikan profesi utama sebagai guru. Justru sebaliknya, tanggung jawab utama tetaplah menjadi guru profesional, pendidik, dan panutan bagi anak-anak.

“Dengan kemandirian ekonomi yang lebih baik, guru dapat mengajar dengan lebih tenang, sejahtera, kreatif, dan fokus dalam mendidik generasi masa depan,” ujar Bu Lulu.
Akhir kata, jangan pernah takut gagal untuk memulai usaha. Takutlah jika kita tidak pernah mencoba.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa sampai di titik ini dan berharap perjalanan ini dapat menginspirasi guru-guru lain untuk terus berkembang, berinovasi, dan berdaya,” harap Bu Luluk mengakhiri ungkapannya.(mad)






