MOJOKERTO (RadarJatim.id) — Salah satu program unggulan KKN Mahasiswa Unair Surabaya bertajuk SIGAP (Siaga Gizi Anak Posyandu), telah sukses dilaksanakan di Posyandu Sukomangu pada (18/7/2025) lalu.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara bersama program BINTANG (Bimbingan Parenting) yang digagas oleh kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangkuten, Kecamatan Godang Mojokerto.
Kegiatan SIGAP dihadiri oleh kepala desa, dokter, bidan desa, perawat desa, serta seluruh kader kesehatan dari setiap dusun. Dimulai dengan senam bersama untuk meningkatkan kebugaran masyarakat, lalu acara dilanjutkan dengan sesi BINTANG, dan kemudian masuk ke inti kegiatan yaitu SIGAP.
Pada sesi SIGAP, mahasiswa KKN Universitas Airlangga memperagakan cara membuat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sederhana, namun bernutrisi untuk bayi usia 6-12 bulan.
Bahan-bahan yang digunakan dipilih dari sumber lokal yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti wortel, nasi, tahu, telur ayam kampung, bawang merah, bawang putih, dan mentega, sehingga para ibu dapat langsung mempraktekkan di rumah tanpa memerlukan biaya yang besar.
Menurut Kades Karangtuken Novie Prihatiningrum,S.IP mengatakan kalau tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang bagi anak, khususnya dalam masa pertumbuhan emas.
“Dengan bekal pengetahuan ini, masyarakat diharapkan mampu menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan,” katanya pada (28/7/2025) siang.

“Kami berharap para ibu bisa memahami pentingnya gizi anak dan cara membuat MP-ASI yang benar. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” harap Rina Rosalina salah satu kader Posyandu.
Melalui kegiatan SIGAP, mahasiswa bersama perangkat desa dan tenaga kesehatan membuktikan komitmen kolaboratif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat akan pentingnya gizi pada anak.
“Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga praktis dan aplikatif untuk mendukung generasi sehat bebas stunting di masa depan,” pungkas Novie Prihatiningrum.(mad)







