Udara kawasan Trawas, Mojokerto yang dingin menusuk kulit, pada Sabtu (8/11/2025). Tetapi, suasana di ruang terbuka di samping kolam renang Hotel Grand Whiz malam itu justru terasa hangat. Sembilan puluh peserta Journalist & Influencer Camp 2025 yang digelar Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Jawa Timur, duduk santai dan berbagi cerita diselingi tawa di bawah langit Trawas, Mojokerto yang bertabur bintang.
Ini bukan sesi pelatihan, bukan pula lomba produksi konten. Namun, malam itu adalah waktu untuk berhenti sejenak: merenung, mengenang, dan meresapi hasil pelatihan yang padat ilmu dan pengalaman.
Di tengah suasana syahdu dan sapuan lembut angin dingin, Prof Dr Syamsul Sodiq, MPd, berdiri menyampaikan pesan sederhana, namun menancap dalam sanubari.
“Menulis dan berbicara di ruang digital itu penting. Diperlukan kolaborasi dari semua pihak untuk menghidupkan website yang kita kelola untuk memperkuat dakwah, sehingga tidak ada kesan bikin sendiri, share sendiri dan like sendiri ,” tambah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM Gresik ini.
Para peserta mendengarkan dengan khusyuk. Beberapa nampak menatap kosong kemolekan Gunung Penanggungan tak jauh dari lokasi, seolah mengendapkan makna setiap kata yang terlontar. Ada pula yang tersenyum pelan, barangkali mengingat kejadian selama camp berlangsung.
Suasana makin hidup saat beberapa peserta tampil membacakan puisi dan menyanyikan lagu. Tepuk tangan dan sorakan kecil terdengar di sela angin malam yang semakin dingin. Tak ada panggung megah, tak ada lampu sorot, hanya cahaya hangat dari lampu taman yang menemani mereka.
Malam refleksi itu berakhir tanpa formalitas. Tapi di wajah setiap peserta, ada raut puas dan haru yang sulit disembunyikan. Mereka pulang bukan hanya membawa ilmu, tapi juga tekad baru untuk terus menebar kebaikan di ruang digital.
Karena dakwah kini tak lagi cukup hanya di mimbar di masjid-masjid atau gedung-gedung dakwah. Lebih dari itu, komunikasi ilahiyah bisa lahir dari caption yang tulus, dari story yang inspiratif, atau dari video sederhana yang menggugah hati.
Dan, di malam sunyi dalam balutan dinginnya udara di lembah Trawas, semangat itu tetap menyala hangat, tenang, dan penuh makna, untuk menguatkan dakwah digital. (Abdul Rokhim Ashari)







