SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar masyarakat, selain lapangan pekerjaan, kesehatan, energi, komunikasi, kebudayaan, teknologi, hukum, politik dan keamanan.
Memasuki awal tahun 2024 ini masih aja ada infrastruktur pendidikan diwilayah Kabupaten Sidoarjo yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang ataupun parah. Berdasarkan data yang dihimpun oleh RadarJatim.id tidak kurang dari 125 gedung sekolah milik pemerintah, baik Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang mengalami kerusakan.
Kerusakan gedung-gedung sekolah milik pemerintah itu, hampir terjadi di seluruh wilayah atau di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Lebih miris lagi ada gedung SDN yang letaknya tidak jauh dari pusat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengalami kerusakan cukup parah, seperti gedung SDN Bluru Kidul 2, Kecamatan Sidoarjo.
Saat memasuki pintu gerbang SDN Bluru Kidul 2 sudah disambut dengan salah satu gedung yang persis berdiri dipinggir jalan atau sisi kiri pintu gerbang, kondisinya rusak parah dan dibiarkan terbengkalai.
Tidak hanya itu saja, disisi kanan pintu gerbang ada banyak tumpukan kayu-kayu bekas dan genteng-genteng bekas yang dibiarkan begitu saja. Selain itu, terlihat ada 4 ruangan rusak yang didalammnya terisi barang-barang bekas milik sekolah, seperti bangku, kursi, buku-buku dan lain-lain.
“Kalau ruang ini dulu, digunakan untuk perpustakaan, ruang komite dan ruang guru,” kata Hendra Subarkah, salah satu guru SDN Bluru Kidul 2 saat ditemui awak media pada Jum’at (12/01/2023) lalu.
Pada akhir tahun 2023 lalu, ada 3 ruang kelas yang mendapatkan pembangunan rehab gedung. Namun rehab hanya dilakukan pada atapnya saja, sedangkan kusen jendela dan pintu masih terlihat keropos dimakan ngengat.
Rehab atap gedung yang menelan anggaran sebesar Rp 187.908.981,15 dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Asmara Karya selama 42 hari itu menggunakan atap dari asbes, bukan dari genteng.
“Seingat saya dikerjakan pada saat anak-anak liburan kemarin,” katanya.
SDN Bluru Kidul 2 memiliki murid 309 orang, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Masing-masing kelas ada 2 rombongan belajar (rombel). Namun ruang kelas yang tersedia hanya 11 saja. Sehingga dengan terpaksa ada kelas yang masuk pagi dan siang, yaitu siswa-siswi kelas 3.
“Kami berharap ada penambahan ruang kelas baru, sehingga anak-anak bisa masuk pagi semuanya,” harapnya.
Selain ada penambahan ruang kelas baru, pihak sekolah berharap adanya musholla untuk kegiatan ibadah serta untuk kegiatan praktek-praktek keagamaan.

H. Bangun Winarso, Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menuturkan bahwa pada tahun 2023 lalu, anggaran pendidikan di Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 21 Millyar.
“Namun yang digunakan untuk pembangunan atau rehab gedung sekolah sekitar Rp 4 Milyar saja,” tutur Bangun, Sabtu (13/01/2023).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak heran, kalau ada banyak gedung-gedung SDN dan SMPN yang mengalami kerusakan pada tahun 2023 lalu, baik kerusakan ringan, sedang ataupun parah.
Dengan kondisi yang seperti itu, ia hanya bisa menghimbau kepada pihak sekolah yang gedungnya mengalami kerusakan untuk melakukan upaya-upaya tertentu agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan.
“Kami hanya bisa menghimbau agar proses belajar mengajar tetap berjalan, meskipun kondisi gedungnya mengalami kerusakan,” ucapnya.
Anggota dewan dari Kecamatan Krian itu mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini, anggaran untuk pembangunan ataupun rehab sekolah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp 42 Milyar.
Dengan adanya peningkatan anggaran tersebut, ia berharap di tahun 2024 ini tidak ada lagi gedung sekolah rusak di wilayah Kabupaten Sidoarjo, khususnya kerusakan parah.
“Kami berharap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah, itu yang menjadi prioritas. Sedangkan yang kerusakan ringan, masih bisa di cover melalui BOS (Biaya Operasional Sekolah),” pungkasnya. (mams)







