SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana khidmat menyelimuti Aula SMK Negeri 2 Buduran, (5/3/2026). Di tengah momentum bulan suci Ramadan 1447 H, ribuan siswa berkumpul bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban kurikulum, melainkan untuk menata ulang visi masa depan mereka.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan tahun ini, sekolah kejuruan unggulan dengan slogam Unggul, Mumpuni dan Berkarakter ini menghadirkan terobosan baru dengan mengundang sosok inspiratif, Coach Dian Saputra, seorang Professional Corporate Trainer, untuk membedah tema besar: “Menjadi Generasi Sukses Mulia dengan Nilai-Nilai Spiritual.”
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh sudut aula. Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 2 Buduran menekankan bahwa tantangan lulusan SMK di tahun 2026 bukan lagi sekadar kompetensi teknis (hard skills), melainkan ketangguhan mental dan kedalaman spiritual.
“Kami ingin lulusan SMK Negeri 2 Buduran tidak hanya menjadi sekrup dalam mesin industri, tetapi menjadi penggerak yang memiliki integritas. Itulah mengapa nilai Ramadan harus diintegrasikan dengan konsep kesuksesan profesional,” ujarnya di hadapan para siswa yang tampak antusias.

Puncak acara terjadi saat Coach Dian Saputra menyampaikan orasinya. Berbeda dengan ceramah agama konvensional, Coach Dian membawa pendekatan corporate training yang dinamis namun sarat dengan muatan spiritual. Ia memulai sesi dengan sebuah pertanyaan retoris yang memantik diskusi: “Apakah sukses di dunia kerja harus mengorbankan nilai-nilai langit?”
Dalam paparannya, Coach Dian Saputra menguraikan bahwa untuk menjadi generasi yang “Sukses Mulia”, siswa harus memiliki tiga pilar utama yang bersumber dari esensi ibadah Ramadan:
- Integritas Tanpa Syarat (Puasa sebagai Cermin Kejujuran)
Coach Dian menjelaskan bahwa puasa adalah latihan integritas tertinggi. “Di dunia profesional, integritas adalah mata uang yang paling mahal. Saat kalian berpuasa, kalian jujur pada Tuhan dan diri sendiri meski tidak ada yang melihat. Jika nilai ini dibawa ke dunia kerja, kalian akan menjadi aset yang paling dicari oleh perusahaan manapun,” tegasnya.
- Kecerdasan Emosional dan Pengendalian Diri
Ramadan adalah bulan pengendalian. Coach Dian memberikan teknik praktis bagaimana mengelola emosi di bawah tekanan (stress management) menggunakan prinsip kesabaran. Beliau menekankan bahwa kesuksesan mulia diraih oleh mereka yang mampu menahan diri dari tindakan impulsif dan fokus pada visi jangka panjang.
- Spiritualitas Sebagai Energi Kerja (High Performance Prayer)
Salah satu poin paling menarik adalah saat Coach Dian membedah hubungan antara ibadah dengan produktivitas. Beliau mengajak siswa untuk melihat salat dan zikir bukan sebagai beban, melainkan sebagai momen recharging energi mental. “Generasi Sukses Mulia adalah mereka yang menjadikan Tuhan sebagai mitra dalam setiap langkah kariernya,” tambah sang Professional Trainer tersebut.
Aula SMKN 2 Buduran seketika berubah menjadi ruang diskusi yang hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Seorang siswa kelas XI bertanya tentang bagaimana menjaga konsistensi nilai spiritual saat nanti sudah memasuki lingkungan kerja yang mungkin kompetitif dan penuh tekanan.
Coach Dian menjawab dengan lugas, “Ciptakan ekosistemmu sendiri. Jangan menjadi warna yang pudar karena lingkungan, tapi jadilah cahaya yang mewarnai lingkungan. Ramadan adalah waktu kita untuk memperkuat ‘baterai’ internal itu.”
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi goal setting berbasis nilai spiritual. Siswa diajak menuliskan mimpi-mimpi besar mereka (Sukses) namun tetap menyertakan dampak sosial dan keberkahan yang ingin dicapai (Mulia). Suasana berubah haru sekaligus optimis saat Coach Dian memimpin sesi refleksi diri di penghujung acara.

Bagi SMK Negeri 2 Buduran, menghadirkan pelatih profesional setingkat korporasi dalam kegiatan keagamaan adalah langkah strategis untuk mempersempit celah antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI). Bukan hanya industri yang butuh tenaga ahli, tapi industri masa depan butuh manusia-manusia yang memiliki kendali spiritual yang kuat.
Hari itu adalah hari di mana mereka belajar bahwa jalan menuju puncak kesuksesan tidak harus mendaki sendirian, melainkan dengan melibatkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap ikhtiar profesional mereka.
Di sesi akhir pondok ramadan SMK Negeri 2 Buduran ada apresiasi dari sekolah untuk para peserta kelas X,XI,XII terbaik dalam mengikuti serangkaian aktivitas pondok Ramadan, semoga memotivasi terus untuk amar ma’ruf nahi munkar. (mad)







