SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tali Jagad Komisariat Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membentuk dan meluncurkan komunitas baca bukuyang diberi nama Pustaka Jalanan.
Ketua PMII Rayon Tali Jagad, Muhammad Rizky Davin mengatakan bahwa komunitas ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PMII Rayon Tali Jagad dalam membangun budaya literasi di kalangan kader dan masyarakat umum, Jum’at (18/7/2025).
“Pustaka Jalanan merupakan komunitas baca yang digagas oleh Pengurus PMII Rayon Tali JagadMasa Khidmad 2024-2025 sebagai bentuk sinergi gerakan intelektual dan spiritual,” katanya.
Menurut Davin bahwa ditengah arus globalisasi dan digitalisasi yang begitu pesat ini, menurunkan minat baca dikalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Dimana informasi berserakan tanpa filter dan waktu untuk membaca digantikan dengan scroll media sosial (medsos) yang belum tentu mendidik.
“Ini adalah tantangan nyata. Bukan hanya ditingkat nasional, tapi juga global,” ujarnya.
Tantangan global ini tidak hanya menyangkut rendahnya minat baca, tetapi juga menurunnya daya kritis akibat dominasi budaya visual dan pendek. Dalam konteks kaderisasi, hal ini menjadi ancaman serius bagi lahirnya kader yang berpikir mendalam, argumentatif dan berbasis pada pengetahuan.
Oleh karena itu, Pustaka Jalanan adalah bentuk perlawanan terhadap situasi tersebut. Ia hadir bukan sekadar menyediakan buku, tetapi menciptakan ruang dialog, pembelajaran terbuka dan kaderisasi berbasis literasi.
“Disinilah peran biro kaderisasi untuk memastikan bahwa gerakan literasi ini menjadi bagian dari kurikulum kaderisasi PMII yang mengedepankan 3 pilar, yaitu intelektualitas, spiritualitas dan sosialitas,” terangnya.
Melalui komunitas baca ini, PMII Rayon Tali Jagad ingin menanamkan bahwa membaca bukan aktivitas kuno, tapi tindakan revolusioner. Karena kader yang membaca adalah kader yang mampu memetakan realitas dan merumuskan arah perubahan.
PMII Rayon Tali Jagad ingin membentuk kader-kadernya yang bukan hanya aktif secara fisik, tapi juga kuat secara pemikiran dengan komitmen untuk mengintegrasikan kegiatan Pustaka Jalanan kedalam proses pengkaderan informal.
“Diskusi buku akan menjadi bagian dari routine intellectual training. Dan, pembaca aktif akan diberikan ruang untuk berkembang dalam organisasi,” pungkasnya. (mams)







