• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Minggu, 8 Februari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Esai/Kolom

Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

by Radar Jatim
7 Februari 2026
in Esai/Kolom
0
Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

Arik S. Wartono

19
VIEWS

Tanggapan untuk tulisan Ugo Untoro: “Menelusuri Jejak Roh yang Hilang dalam Seni Kontemporer Kita”

Oleh Arik S. Wartono

Tulisan Ugo Untoro tentang kehilangan ruh dalam seni kontemporer kita, memang menyentuh titik sensitif. Namun, narasi yang dibangunnya cenderung menyederhanakan kompleksitas seni menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri” dan kehilangan kemurnian. Apakah seni benar-benar hanya tentang itu?

Untoro mengkritik seni kontemporer sebagai karya yang kehilangan denyut darah dan tetesan keringat penciptanya, seolah-olah karya seni yang baik haruslah lahir dari penderitaan dan pengorbanan yang ekstrem. Padahal, sejarah seni telah membuktikan, bahwa karya-karya besar sering lahir dari proses yang beragam, mulai dari eksperimen, kolaborasi, hingga permainan intelektual.

Kritik Untoro juga terkesan mengabaikan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi penciptaan seni. Seni kontemporer sering merupakan respons terhadap realitas sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks. Apakah kita bisa menyederhanakan karya-karya yang mengkritik sistem kapitalisme, patriarki, atau kolonialisme menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri”?

Lebih lanjut, Untoro juga mengkritik penggunaan teknologi dalam seni sebagai sesuatu yang dipaksakan. Padahal, teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita dan kerap menjadi medium yang powerful untuk mengekspresikan ide-ide baru dan inovatif. Apakah kita harus menolak penggunaan teknologi hanya karena dianggap tidak “otentik”?

Seni kontemporer memang kompleks dan beragam, dan tidak bisa direduksi menjadi satu narasi tunggal. Seni tentang eksplorasi diri, tapi juga tentang masyarakat, politik, dan budaya. Seni tentang teknologi, tapi juga tentang tradisi dan warisan. Mari kita buka diri kita untuk memahami kompleksitas seni dan tidak terjebak dalam narasi simplistik.

Jiwa dalam Antropologi Filsafat

“Pisau Bedah” Ugo Untoro tentang hilangnya ruh dalam seni kontemporer kita memang tajam, tapi sempit. Narasinya cenderung menyederhanakan kompleksitas konsep jiwa dan kejujuran dalam seni. Dari perspektif antropologi filsafat, jiwa bukanlah entitas yang statis dan dapat direduksi menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri” atau kehilangan kemurnian.

Konsep jiwa dalam filsafat antropologi lebih terkait dengan proses dinamis dan kompleks yang melibatkan interaksi antara individu, masyarakat, dan budaya. Jiwa adalah produk dari proses sosialisasi, internalisasi nilai-nilai, dan pengalaman hidup yang beragam. Oleh karena itu, seni yang “berjiwa” tidak hanya tentang mengungkapkan luka atau penderitaan, tapi juga tentang mengeksplorasi kompleksitas pengalaman manusia.

Kejujuran dalam karya seni juga tidak melulu tentang “merawat luka” atau “membiarkan luka menganga”. Kejujuran dapat muncul dari eksperimen, keingintahuan yang mentah, bahkan komedi. Seni dapat menjadi medium untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru, mempertanyakan asumsi-asumsi yang ada, dan menciptakan pengalaman estetika yang unik.

Pandangan Ugo Untoro tentang kejujuran dalam seni cenderung mengabaikan kompleksitas proses kreatif dan pengalaman estetika. Seni tidak hanya tentang mengungkapkan kebenaran, tapi juga tentang menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dan memperluas batas-batas pengalaman manusia.

Kejujuran dalam seni dapat muncul dari berbagai pintu, seperti:

  • Eksperimen: Mencoba hal-hal baru dan mempertanyakan asumsi-asumsi yang ada.
  • Keingintahuan yang mentah: Mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dan mempertanyakan apa yang sudah diketahui.
  • Komedi: Menggunakan humor dan ironi untuk mempertanyakan kebenaran dan menciptakan pengalaman estetika yang unik.
  • Kolaborasi: Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.

Dengan demikian, kejujuran dalam seni tidak hanya tentang mengungkapkan kebenaran, tapi juga tentang menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dan memperluas batas-batas pengalaman manusia. (*)

*) Arik S. Wartono, Pegiat Seni, Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN.

Tags: Arik S. WartonomEMBONGKAR nARASISeni KontemporersIMPLISTIK

Related Posts

Mulai Dari Rumah: Jejak Visual Seniman Anak Samurai Jalu

Mulai Dari Rumah: Jejak Visual Seniman Anak Samurai Jalu

by Radar Jatim
23 Januari 2026
0

Kuratorial oleh Arik S. Wartono...

Lautan Bercerita, Cara Ariel Ramadhan Menengok Masa Lalu untuk Masa Kini dan Masa Depan

Lautan Bercerita, Cara Ariel Ramadhan Menengok Masa Lalu untuk Masa Kini dan Masa Depan

by Radar Jatim
19 Desember 2025
0

Kuratorial oleh Arik S. Wartono...

Membaca Anak Peradaban

Membaca Anak Peradaban

by Radar Jatim
30 November 2025
0

oleh Arik S. Wartono Pameran...

Load More
Next Post
Debut Manis Ernesto Gomez Antar Persik Kediri Tumbangkan Dewa United

Debut Manis Ernesto Gomez Antar Persik Kediri Tumbangkan Dewa United

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In