• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Sabtu, 31 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Lain-lain

Merayakan Masa Lalu

by Radar Jatim
29 Agustus 2022
in Lain-lain
0
Merayakan Masa Lalu

Reuni alumni SMP Islam Lawang angkatan 1977 di Hotel Solaris Malang, Minggu (28/8).

350
VIEWS

Oleh Adriono

MALANG (Radarjatim.id) – Sekali tempo kita perlu memasuki lorong waktu, guna melongok masa lalu. Dan salah satu cara mudah yang dapat dilakukan adalah menghadiri pertemuan reuni. Seperti yang kami lakukan, para alumi SMP Islam Lawang di Hotel Solaris, Karanglo Malang, Minggu (28/8) kemarin.

Begitu bertemu dengan teman-teman seangkatan, waktu seolah mundur ke masa 45 tahun silam. Ketika kami yang cupu sama-sama sekolah di SMP yang letaknya persis di depan gaden. Di era  1977,  meski sekolah kami berlabel Islam, seragamnya belum syar’i-syar’i amat. Ceweknya tak pakai jilbab. Semua siswa  kelihatan dengkulnya, lantaran celana maupun rok seragam masih di atas lutut.

Seperti reuni pada umumnya, acara pasti berlangsung seru, meski acaranya berlangsung seperti lazimnya pertemuan alumni. Semua ribut bertemu dengan temannya, melebur kangen, saling berbagi kabar, dan ngobrol sendiri-sendiri.

Beruntung kami punya duet pembawa acara yang mumpuni dan entertain berbakat. Sirojil Munir dan Lutfi Sukri lihai menggiring suasana hingga peserta dapat fokus pada acara. Sungguh ini tidak mudah dan butuh jam terbang tinggi. Walhasil mengalirlah suasana gayeng dan hidup.

Para “remaja tua” itu pun larut dalam kegembiraan bersama, merayakan kembali masa lalu yang indah. Alunan tembang “Joko Tingkir ngombe dawet,” mengajak bergoyang dan sejenak melupakan pikiran yang ruwet agar tidak mumet.

Tentu kesuksesan acara seperti ini tidak bisa tercipta begitu saja. Di balik semua itu ada kerja keras, ada tangan-tangan ikhlas para panitia yang bekerja menyiapkan segalanya. Butuh kepedulian berlipat untuk bisa menyelenggaran reuni seheboh ini. Butuh mengorbankan waktu, tenaga, keribetan, tentu juga biaya.

Menggalang dana, menyiapkan tempat, konsumsi, dorpres, hingga mengimbau orang untuk datang bukan perkara gampang. Sebelum acara tim panitia juga tak segan mendatangi rumah sejumlah teman yang “hilang” dan tidak terpantau di grup WA  agar bersedia datang. Bukankah ini semua tindakan mulia, menyambung silaturahmi, sebagaimana yang diajurkan Kanjeng Nabi?

Hasilnya sungguh menggembirakan. Magnet yang tercipta demikian kuat. Dari jauh teman-teman bersedia datang. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Palu, dan Garut. Juga dari Bali, Madura, Malang dan sekitarnya. Sungguh upaya yang patut dihargai.

Menghadiri reuni adalah menziarahi sepenggal masa lalu, untuk kemudian dibawa pulang ke masa kini sebagai oleh-oleh. Pasti banyak hikmah yang bisa dipetik. Saya sendiri jadi merenungi betapa waktu begitu cepat berlari, tahu-tahu 45 tahun telah berlalu. Apa saja yang telah kuperbuat selama ini?

Ada bahagia karena masih diparingi panjang usia, sementara sebagian teman telah wafat, terutama di saat merajalelanya Covid dua tahun lebih ini. Ada sedih karena ada juga yang sedang menderita sakit.

Tetapi memasuki lorong waktu via reuni juga membawa konsekuensi tersendiri. Tidak melulu bahagia. Selalu ada godaan untuk membandingkan diri dengan keberadaan teman seangkatan. Bisa jadi tebersit perasaan ”jauh tertinggal” lantas muncul minder karena merasa hidupnya kurang beruntung. Atau sebaliknya justru merasa telah “jauh melesat” sehingga diam-diam memompa rasa jumawa.

Tentu saja semua kecamuk itu harus ditepis agar tidak berkembang panjang. “Kekecewaan yang dipelihara, bisa membuat kita menjadi tidak ridha dengan qada dan qadarnya Allah,” pesan Gus Baha. Chairil Anwar jauh-jauh hari juga bilang: nasib adalah kesendiriaan langkah. Lagi pula dengarlah itu, penyanyi elektone dari tadi sudah berulang kali mengajak, “ojo dibandingke, disaing-saingke….”

Di usia-usia pensiunan selayaknya semua sudah lerem mengendap. Lalu Agustin menyampaikan  pesan bijak dalam sambutannya, “Ya pada usia-usia kita ini yang penting adalah sehat. Itu yang nomor satu, bukan yang lain.”  Semua peserta reoni koor menyambut, setujuu…

Tapi toh ada saja yang usil. “Yang nomor satu memang sehat, tetapi yang nomor dua tetap duwit..” kata Munir.  Pecahkan tawa.  

Begitulah. Pesan moral yang bermakna pun  bisa dipelesetkan jadi guyonan. Namanya juga reuni. (*)

Related Posts

Belasan Napi High Risk Lapas Porong Sidoarjo Dipindah ke Nusakambangan

Belasan Napi High Risk Lapas Porong Sidoarjo Dipindah ke Nusakambangan

by Radar Jatim
31 Januari 2026
0

14 Napi Lapas Porong Sidoarjo...

Ketua Umum Muhammadiyah Berharap SMAMDA Sidoarjo Masuk 100 Besar UTBK

Ketua Umum Muhammadiyah Berharap SMAMDA Sidoarjo Masuk 100 Besar UTBK

by Radar Jatim
31 Januari 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) – Di usianya...

Siswa SMAMDELA Dewi Sinta Berhasil Olah Daun Kelor Jadi ‘Snackbar’ Bernilai Gizi Tinggi

Siswa SMAMDELA Dewi Sinta Berhasil Olah Daun Kelor Jadi ‘Snackbar’ Bernilai Gizi Tinggi

by Radar Jatim
31 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Rada Dewi...

Load More
Next Post
Santunan Anak Yatim Warnai Deklarasi Ormas Palugada Indonesia

Santunan Anak Yatim Warnai Deklarasi Ormas Palugada Indonesia

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In