SIDOARJO (RadarJatim.id) – Komitmen meningkatkan mutu pendidikan terus diperkuat Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda Sedati, Sidoarjo. Melalui program kloning bersama Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, madrasah di bawah naungan yayasan tersebut ditargetkan menjadi sekolah unggul dan rujukan dalam tiga tahun ke depan.
Supervisi dan pembinaan langsung dilakukan tim LPI Sabilillah Malang ke YPI Nurul Huda Sedati yang menaungi KB-TK, MI, MTs, hingga MA. Program ini merupakan bagian dari kerja sama dalam kerangka Memorandum of Understanding (MoU) yang berlaku selama tiga tahun.
Kepala Pusat Sabilillah Mendidik Indonesia (SMI), Andi Retno Warsyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, Yayasan Nurul Huda Sedati menjadi salah satu sekolah kloning LPI Sabilillah Malang yang mendapatkan pendampingan intensif dan berkelanjutan.

“Supervisi ini berbasis pada apa yang dikloningkan dari LPI Sabilillah Malang, yaitu dimensi agama, dimensi saintis, multilingual, dan prestasi. Harapannya, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Nurul Huda Sedati bisa menjadi sekolah unggul dan rujukan,” ujar Andi, Kamis (12/2).
Ia menambahkan, supervisi dilakukan rutin setiap bulan secara daring serta melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di awal semester. Evaluasi difokuskan pada capaian program yang telah dirancang bersama, termasuk implementasi pembelajaran di kelas.
“Bagaimana pembiasaan agamisnya, bagaimana pengembangan pembelajaran saintis seperti matematika, IPA, PKN, serta penguatan multilingual bahasa Arab dan bahasa Inggris. Semua harus selaras dengan program pembiasaan sekolah,” jelasnya.
Menurut Andi Retno, selama program kloning berlangsung, madrasah di bawah YPI Nurul Huda Sedati diharapkan tetap berada “on the track” dalam mengimplementasikan dan mengevaluasi seluruh program bersama LPI Sabilillah Malang.
Sekretaris Direktur LPI Sabilillah Malang, Dr. Ali Afandi, M.Pd., menegaskan, program kloning merupakan bagian dari penguatan kelembagaan yayasan dan sekolah. Saat ini, jaringan kloning LPI Sabilillah telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Yayasan Nurul Huda Sedati merupakan bagian dari kloning LPI Sabilillah Malang yang sudah berjalan di sejumlah sekolah di Indonesia. Harapannya, mutu pendidikan di Nurul Huda Sedati sama dengan mutu di LPI Sabilillah Malang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program kloning dirancang berkelanjutan selama tiga tahun, mulai tahun pertama hingga tahun ketiga, dengan target sekolah semakin mandiri dan matang secara kelembagaan.
“Unggul itu bukan hanya soal lomba, tetapi unggul dalam proses pembelajaran. Siswa bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya, baik dari sisi karakter maupun akademik,” tandasnya.
Supervisi juga dilakukan langsung di tingkat MI dan MA oleh tim LPI Sabilillah Malang untuk melihat indikator pembelajaran di kelas, capaian proses, hingga aspek yang perlu dibenahi.
“Nanti akan ditindaklanjuti apa saja yang perlu diperbaiki. Ini bagian dari penguatan kelembagaan yayasan dan sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua YPI Nurul Huda Sedati, Drs. H. Misbahuddin, M.M., mengungkapkan bahwa evaluasi atau monitoring dan evaluasi (monev) biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali.
“Kita dievaluasi oleh LPI Sabilillah Malang, mulai dari model mengajar hingga pengelolaan yayasan. Semua dipantau bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun,” katanya.
Ia mengakui, komitmen peningkatan mutu menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Pihaknya ingin benar-benar menata kelola yayasan dan sekolah secara seimbang dan bagus.
“Karena kita ini kloning, induknya LPI Sabilillah Malang. Targetnya jelas, menjadi madrasah unggul dan rujukan di masa mendatang,” pungkasnya. (RJ)




