GRESIK (RadarJatim.id) — Ridho kepada ketentuan Allah SWT menjadi kunci lahirnya kesabaran sejati. Pesan inilah yang ditekankan KH Ubaidillah Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, dalam Pengajian Rutin Sabtu Pon yang diselenggarakan KESAN (Keluarga Santri dan Alumni Langitan) Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang terselenggara melalui kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik ini, dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) di Aula Kantor MUI Kabupaten Gresik. Dalam pengajian tersebut, KH Ubaidillah Faqih mengaji Kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin Al-Malibari, dengan pembahasan bab Ta’ziyah.
Pada kesempatan itu, Kiai Ubed, sapaan akrabnya, menyampaikan kisah teladan seorang perempuan yang tetap sabar dan teguh, meski diuji Allah SWT secara bertubi-tubi dengan wafatnya suami dan anak-anaknya.
“Jernihnya hati pasti jadi ridho, kalau sudah ridho pasti jadi orang sabar,” dhawuh Kiai Ubed.
Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Langitan tersebut menjelaskan, bahwa nikmat dan musibah pada hakikatnya tidaklah berbeda, karena keduanya merupakan bentuk ujian dari Allah SWT.
“Apa saja yang diberikan Allah kepada manusia, baik nikmat maupun musibah, hakikatnya ujian dari Allah. Diberi uang banyak dan jabatan ataupun sakit dan kematian, itu semua ujian dari Allah,” ujarnya.
Menurut Kiai Ubed, seorang mukmin sejati akan mampu menerima seluruh ketentuan Allah SWT dengan lapang dada dan penuh kerelaan.
“Ridho itu legowo atine, seneng, bungah, ngajeni, nerimakno apa saja yang diberikan Allah kepada kita. Maka ketika diberi kenikmatan oleh Allah, harus digunakan sebagaimana yang diperbolehkan Allah, dan diarahkan untuk mencari ridho Allah,” katanya.
Kiai Ubed juga menjelaskan, bahwa sikap ridho tidak hanya dituntut ketika seseorang tertimpa musibah atau sakit, tetapi juga saat berada dalam kondisi sehat dan serba berkecukupan.
“Kalau orang sudah benar-benar ridho, punya uang atau tidak, sehat atau sakit, ridho kita atas pemberian Allah tidak berubah,” tandas Kiai Ubed.
Sebelum ngaji kitab Irsyadul ‘Ibad, rangkaian kegiatan Pengajian Rutin Sabtu Pon tersebut diawali dengan Khotmil Qur’an bil Ghaib pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Burdah yang dipimpin langsung oleh KH Ubaidillah Faqih.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran KH Ubaidillah Faqih, para alumni Ponpes Langitan, serta jajaran pengurus MUI Kabupaten Gresik.
“Alhamdulillah, ngaji bersama KH Ubaidillah Faqih berjalan lancar. Semoga dengan ngaji ini menambah keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar KH Ainur Rofiq Thoyyib, yang juga alumni Ponpes Langitan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan MUI Kabupaten Gresik, di antaranya Sekretaris Umum Makmun, MAg, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdul Malik, MM, MFil.I, serta Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat KH Muslih Hasyim, SAg, MBA.
Hadir pula sejumlah sesepuh dan tokoh masyarakat yang juga alumni Ponpes Langitan asal Kabupaten Gresik. Di antaranya Dewan Masyayikh Ponpes Mambaus Sholihin KH Mohammad Ma’ruf, MPdI yang juga Bendahara MUI Kabupaten Gresik, serta Ketua MUI Kebomas KH Muhsin Munhamir, SPdI. (har)






