SIDOARJO (RadarJatim.id) — Malam peringatan Nuzulul Quran di SMK YPM 1 Taman menghadirkan suasana religius yang penuh makna. Tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi warga sekolah, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Kegiatan yang dilaksanakan pada (6/3/2026) itu diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya dan tarawih berjamaah di lingkungan sekolah. Suasana khusyuk terasa sejak awal acara.
Hal yang membuat momen ini semakin istimewa adalah ketika sholat dipimpin oleh seorang siswa penghafal Al-Qur’an dari kelas XII TPM 1 Ahmad Ilham Maulana, yang dipercaya menjadi imam. Dengan bacaan Al-Qur’an yang fasih dan tartil, mampu menghadirkan suasana ibadah yang penuh kekhidmatan.
Kehadiran seorang siswa hafidz sebagai imam sholat memberikan inspirasi tersendiri bagi para peserta yang hadir. Banyak wali murid yang merasa bangga sekaligus terharu melihat generasi muda yang mampu menghafal dan memimpin bacaan Al-Qur’an dengan baik.
Momen tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan di SMK YPM 1 Taman tidak hanya berorientasi pada keahlian vokasional, tetapi juga pada pembentukan karakter religius.
Setelah pelaksanaan sholat berjamaah, acara dilanjutkan dengan Khotmil Quran yang dilakukan secara serentak oleh siswa, guru, pimpinan sekolah, serta wali murid.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di seluruh ruangan, menciptakan suasana spiritual yang mendalam. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah dalam memuliakan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Kepala SMK YPM 1 Taman H. Harjono, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan penuh motivasi. Ia menekankan bahwa peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda harus menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam belajar, bekerja, dan berperilaku,” terangnya.
Agenda yang paling dinanti dalam acara ini adalah sesi Parenting yang menghadirkan penceramah Kyai Imron Fahruddin.
Yang memaparkan tentang pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, terutama pada masa remaja yang penuh tantangan.
Menurutnya, banyak persoalan remaja muncul bukan karena kurangnya kasih sayang, tetapi karena kurangnya komunikasi yang terbuka.
“Orang tua dan anak harus saling mendengar. Jangan hanya memerintah, tetapi juga memahami perasaan dan kebutuhan anak. Komunikasi yang baik adalah kunci terciptanya keluarga yang harmonis,” ujar Kyai Imron di hadapan para peserta.
Pada kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan Beasiswa khusus bagi siswa-siswi penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka dalam menjaga dan menghafal kitab suci.
Pemberian beasiswa ini sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan acara ditutup dengan doa bersama.(mad)






