SIDOARJO (RadarJatim.id) — Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se Kabupaten Sidoarjo telah menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan, berupa santunan kepada ratusan anak yatim, pada (7/3/2026) siang di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo.
Momen tersebut dilaksanakan sekaligus dengan peringatan Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dengan mengambil tema ‘Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Sosial Kepala Sekolah Melalui Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim’.
Ketua MKKS SMP Negeri se Sidoarjo Aris Setiawan, S.Pd M.Pd menuturkan kalau kegiatan rutin tahunan ini merupakan hasil swadaya, atau partisipasi dari 46 SMP Negeri se Kabupaten Sidoarjo, dengan total penerima santunan mencapai 230 anak yatim.
Dalam pelaksanaannya, setiap sekolah, SMP Negeri se Sidoarjo menghadirkan perwakilan 5 siswa yatim untuk menerima santunan tersebut.

Aris Setiawan juga menyampaikan, bahwa dana santunan ini murni berasal dari donasi para kepala sekolah SMP Negeri. Bahwa momen Ramadan digunakan untuk mengetuk hati para pemimpin sekolah agar bersedia menyisihkan sebagian rezekinya bagi siswa-siswi yang membutuhkan.
“Ini adalah bukti nyata kepedulian dari pimpinan satuan sekolah. Kami berharap ini bisa menjadi embrio atau pemicu bagi anak-anak didik lainnya untuk saling peduli, membantu, dan menghormati sesama,” terangnya.
Lanjutnya, meski saat ini setiap sekolah baru mengirimkan lima perwakilan siswa, pihak MKKS SMP Negeri ini menargetkan adanya peningkatan jumlah penerima di tahun mendatang.
“Kami berharap tahun depan kuantitasnya bisa meningkat, mungkin bisa menjadi 10 anak per sekolah, sehingga pemerataan santunan bagi peserta didik yatim bisa menjangkau lebih banyak anak,” tambahnya.
“Melalui kegiatan ini, MKKS berharap pesan solidaritas dan nilai-nilai kebaikan Nuzulul Qur’an dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh ekosistem pendidikan di lingkungan SMP Negeri Sidoarjo,” harap Pak Aris_sapaan akrabnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi atas kegiatan yang dilakukan MKKS SMP Negeri Sidoarjo yang sudah terlaksana untuk kesekian kalinya.
“Paling tidak bisa membuat anak-anak yatim ini ikut bahagia, mereka nantinya bisa merayakan Idul Fitri dengan senang. Karena mereka sudah ditinggal orang tuanya, tentu sedih seperti yang telah diungkapkan tadi,” tuturnya.
“Harapan kita bahwa kebahagiaan itu tidak hanya milik orang-orang tertentu saja, tetapi milik kita semua, termasuk anak-anak yatim dan dhuafa juga berhak mendapatkan kebahagiaan,” harap Pak Tirto_sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ustad H. Al Hadi, M.Pd.I Kepala SMP Negeri 1 Porong, dalam tusiahnya banyak menyampaikan motivasi-motivasi dan memberikan semangat kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir.

Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW, yang sejak dalam kandungan ayahandanya Abdullah, wafat, dan diusia 6 tahun ibunya Aminah, wafat, menjadikannya yatim piatu yang kemudian diasuh kakeknya, Abdul Muthalib, lalu pamannya, Abu Thalib.
“Pengalaman getir ini menanamkan empati mendalam, menjadikan beliau sosok yang sangat menyayangi anak yatim. Walaupun menjadi anak yatim sejak kecil, namun Nabi Muhammad bisa menjadi panutan orang se Dunia,” itulah kisah Nabi Muhammad, untuk motivasi peseta anak-anak yatim dan dhuafa.(mad)







