SURABAYA (RadarJatim.id) – Sebagai bagian dari rangkaian acara Surabaya Urban Exploration Summit, siswa kelas 8 SMP SAIM menggelar pameran interaktif di selasar lantai 2 gedung East 2, Selasa (25/2) siang. Setiap kelompok memiliki satu stan pameran yang menampilkan hasil eksplorasi mereka mengenai berbagai destinasi bersejarah dan budaya di Surabaya. Pameran ini terbuka bagi seluruh warga sekolah serta para undangan yang hadir.
Dalam pameran ini, siswa dengan semangat menjelaskan poster dan brosur wisata yang telah mereka buat, semuanya dalam bahasa Inggris. Mereka menyampaikan informasi mengenai sejarah, budaya, dan daya tarik setiap lokasi yang mereka eksplorasi dalam program Urban Brave: Surabaya Tour Guide Mission. Poster yang dipajang sarat dengan informasi menarik, foto-foto eksplorasi, serta insight mengenai bagaimana Surabaya dapat dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan.
Para expert yang turut hadir adalah Jena Sarita, S.E., M.M., CDMS., CPS., CTA. (Top 5 Finalist Miss Indonesia 2010 dan orang tua siswa SAIM), Meuthia Nailacetta P. (Ning Surabaya 2023, alumni SAIM), serta Az Zahra’ Nur Basiliya Y. (Ning Surabaya 2022, alumni SAIM). Ketiganya turut berkeliling dari satu stan ke stan berikutnya. Mereka memberikan apresiasi terhadap kreativitas siswa dalam menampilkan informasi, serta memberikan masukan berharga terkait strategi komunikasi visual dan promosi pariwisata.
Antusiasme terlihat dari interaksi antara siswa dan pengunjung pameran. Tak hanya menjelaskan isi poster, siswa juga menjawab pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Inggris, menunjukkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi mereka. Beberapa kelompok bahkan menampilkan cuplikan video vlog yang mereka buat selama perjalanan eksplorasi, memberikan gambaran langsung tentang pengalaman mereka sebagai tour guide bagi siswa internasional.
“Kami sangat bangga melihat bagaimana anak-anak mampu menyampaikan informasi dengan baik dan kreatif. Ini bentuk nyata bagaimana mereka mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal,” ujar Kepala SMP SAIM, Isna Malikah, S.Pd.
Pameran ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dapat menciptakan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Dengan kombinasi eksplorasi, penelitian, dan presentasi, siswa tidak hanya belajar tentang kota mereka sendiri, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang akan berguna di masa depan. Acara ini pun menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan mempromosikan Surabaya kepada dunia. (rio)







