KEDIRI (RadarJatim.id) – Suasana Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (12/11/2025), nampak berbeda. Deretan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berseragam putih, lengkap dengan senyum hangat memenuhi ruangan.
Mereka datang dari berbagai angkatan dan profesi, menyatu dalam satu semangat: kebersamaan dan pengabdian. Hari itu, Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kediri Raya periode 2025–2030 resmi dilantik.
Dengan mengusung tema “Sinergi Alumni untuk Kediri Maju dan Berbudaya,” kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal untuk memperkuat jejaring dan kontribusi alumni di wilayah Kediri.
Ketua PC IKA-PMII Kediri Raya, Dr Taufik Al Amin, tampil penuh semangat di hadapan ratusan alumni dan tamu undangan. Ia menegaskan, bahwa pelantikan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sosial yang sudah lebih dulu digelar, termasuk aksi donor darah di Kabupaten Kediri.
“Ini bagian dari tradisi organisasi. Sebelum pelantikan, kami mulai dengan bakti sosial. Setelah ini, akan kami lanjutkan dengan rapat kerja untuk merancang program-program strategis ke depan,” ucap Taufik.
Menurut Taufik, kepengurusan IKA-PMII Kediri Raya kali ini cukup besar dan representatif. Tak hanya berisi pengurus harian, tetapi IKA-PMII juga melibatkan majelis pertimbangan, akademisi, hingga dewan pakar dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat, pendidik, hingga pengusaha.
“Kami ingin semua potensi alumni tersalurkan. Ini rumah besar yang menghubungkan banyak bidang,” katanya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Toha (Gus Qowim), yang memberikan apresiasi atas komitmen IKA-PMII dalam mendukung program pemerintah.
“Kota Kediri terbuka untuk kolaborasi. Kami percaya alumni PMII punya energi dan jejaring besar untuk ikut menggerakkan masyarakat,” ujar Gus Qowim.
Taufik menambahkan, arah gerak organisasi ke depan akan fokus pada sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam sektor sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Banyak kader kami yang sudah siap berkontribusi di lapangan, baik sebagai pendamping masyarakat maupun pelaksana program-program pemerintah seperti MBG (Makan Bergizi Gratis). Tapi di atas semua itu, kami ingin alumni hadir sebagai pembina umat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar wadah nostalgia, IKA-PMII Kediri Raya ingin menjadi pusat pertukaran gagasan dan ruang kontribusi nyata. Para alumni yang kini berkiprah di berbagai daerah disebut Taufik sebagai jaringan kekuatan moral dan intelektual yang siap bekerja untuk masyarakat.
“Kami ingin membuktikan, bahwa alumni PMII bukan hanya berkumpul untuk mengenang masa lalu, tapi juga bergerak bersama membangun karakter bangsa,” tegasnya.
Pelantikan berakhir dengan suasana hangat penuh tawa dan saling sapa di antara para alumni lintas generasi. Dari ruang Joyoboyo siang itu, nampak jelas satu semangat yang kembali menyala, bahwa pergerakan tidak berhenti di kampus, tetapi terus hidup di tengah masyarakat melalui kiprah para alumninya. (rul)







