SIDOARJO (RadarJatim.id) — Pembagian Zakat Fitrah pada bulan Suci Ramadan 1447 H di SMA Negeri 3 Sidoarjo, pada (9/3/2026) pagi merupakan momen untuk jadikan pendidikan berdampak pada siswa-siswinya, yaitu pada pengembangan karakter dan peduli terhadap kepekaan sosial.
Kegiatan yang terlebih dahulu diberikan arahan oleh Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo, Wiwik Tri Ernawati, S.Sos tersebut dilakukan di Masjid Sekolah Jl. Wahidin Sidoarjo.
Menurut Waka Bidang Kesiswaan Bambang Wahyudi, M.Pd bahwa SMA Negeri 3 Sidoarjo dalam program Jadikan Pendidikan Berdampak pada Sub Kegiatan Aksi Puncak dan Refleksi melakukan kegiatan membagi Zakat Fitrah.
“Terkumpul sekitar 1.017 kg beras, dibagikan kepada yang berhak, dari seluruh warga SMA Negeri 3 Sidoarjo yang sudah terseleksi, mulai dari siswa dan karyawan sekolah yang berhak menerima,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo Wiwik Tri Ernawati juga menegaskan kalau kegiatan ini dilakukan untuk merefleksi diri dan berempati dengan warga sekolah. “Hal ini sebagai sarana untuk pembelajaran mensucikan diri melalui Zakat Fitrah. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi semua warga sekolah dan menjadi berkah bagi semunya,” doanya.
Menurut Wiwik Tri Ernawati, program Pendidikan Berdampak ini sebagai bentuk dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang telah menggagas program tersebut.
Ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, bahwa gagas Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah bagi satuan pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB untuk mendorong kegiatan spiritual, produktif, dan inovatif selama bulan suci.
“Ramadan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” tegasnya.
Sekolah diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter yang berdampak nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekitar, melalui minimal tiga kegiatan yang mencerminkan empat pilar utama, yakni penguatan spiritualitas, peningkatan produktivitas, penebaran kepedulian, dan dorongan inovasi.

Adapun bentuk kegiatan meliputi pesantren kilat tematik dan penguatan karakter, proyek mini pembelajaran berbasis karya, gerakan sedekah dan bakti sosial warga sekolah, lomba konten edukatif dan inovasi pembelajaran, gerakan Ramadan tanpa sampah plastik, serta program Guru Asuh bagi murid rentan.
“Pendidikan Berdampak kami harapkan dapat meminimalisasi aksi tawuran di kalangan pelajar selama bulan puasa. Mudah-mudahan dengan gerakan ini, spiritualitas para siswa dan akademiknya bisa berjalan berseiring dan berkualitas,” ucapnya.(mad)







