GRESIK (RadarJatim.id) — Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Gresik masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan di Aula Mandala Bakti Praja Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik, Sabtu (14/2/2026).
Pengukuhan tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala desa se-Kabupaten Gresik. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DPW PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi.
Dalam sambutannya, Wabup Alif menyampaikan selamat kepada Ketua DPC PKDI Gresik terpilih, Nurul Yatim, beserta jajaran pengurus. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat baru dalam memperkuat solidaritas antar kepala desa.
“Dengan semangat baru ini, mari kita bangun Kabupaten Gresik bersama-sama dari desa untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Wabup Alif menitipkan sejumlah pesan kepada pengurus yang baru dilantik. Pertama, pentingnya solidaritas di tengah era transformasi digital dan dinamika politik. Menurutnya, kepala desa tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus mengedepankan kerja sama dan kebersamaan.
Kedua, PKDI harus menjadi wadah berbagi inovasi antardesa, termasuk dalam penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, menjaga harmonisasi dengan menghilangkan sekat dan kompetisi tidak sehat, serta menggantinya dengan kolaborasi yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan dengan visi-misi pemerintah pusat dan daerah, serta penguatan akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan desa.
“ Jadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, melainkan subjek sekaligus ujung tombak kemajuan bangsa,” tegasnya.
Wabup Alif menambahkan, PKDI hendaknya menjadi penghubung yang kokoh antara kebijakan pusat, kebijakan daerah, dan implementasinya di desa agar tidak terjadi hambatan komunikasi. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah usulan prioritas dari Musrenbang kecamatan diharapkan dapat direalisasikan pada 2027.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PKDI, Sujiono, menegaskan, bahwa PKDI lahir dari kepala desa dan merupakan organisasi murni tanpa campur tangan partai politik.
“Dua hal yang dibutuhkan adalah loyalitas dan komitmen. Tugas kami mengakomodasi aspirasi kepala desa hingga ke kementerian,” ujarnya.
Ia juga menekankan prinsip kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan organisasi yang harus berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi, mengajak PKDI menjadi wadah sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan desa di Gresik. Ia juga mendorong pengurus yang baru dilantik segera melakukan audiensi dengan Bupati dan Forkopimda.
Ketua DPC PKDI Gresik, Nurul Yatim, menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Gresik.
“ Kami siap menjadi jembatan antara kepala desa dengan pemerintah, memperjuangkan aspirasi dari bawah agar menjadi kebijakan strategis yang berpihak pada kemajuan desa,” ujarnya.
Mengusung tema “Satu Komando Bersama Sampai Akhir”, pelantikan ini menjadi momentum memperkuat soliditas dan sinergi antar kepala desa di Kabupaten Gresik, sekaligus menandai komitmen bersama dalam memperjuangkan aspirasi desa dan masyarakat. (sto)







