SURABAYA (RadarJatim.id) — KBTK Al Hikmah Surabaya menggelar program Perform on The Stage (POS) untuk jenjang Kelompok Bermain dan TK B pada Sabtu (24/1/2026). POS merupakan salah satu bentuk laporan perkembangan murid KBTK Al Hikmah yang disaksikan secara langsung oleh para wali murid melalui tampilan murid di atas panggung.
POS dilaksanakan dalam dua sesi tampilan. Sesi pertama digelar pukul 07.15 – 09.15 dan sesi kedua berlangsung pukul 09.30-11.30WIB. Pada setiap sesinya, murid menampilkan potensi masing-masing yang merupakan hasil capaian belajar di kelas.
Adapun tampilan yang ditunjukkan di antaranya: kemampuan motorik, hafalan surat pendek, doa-doa harian, serta kemampuan bacaan Al Quran. Setelahnya, siswa tampil secara berkelompok untuk mempresentasikan proyek tim masing-masing.
Kepala KBTK Al Hikmah Surabaya, Noor Iz Zumara, mengungkapkan, setiap anak memiliki karakteristik dan proses yang berbeda dalam tumbuh kembangnya. Karena itu, setiap anak berhak untuk bertumbuh, tanpa harus dibandingkan dengan yang lain.
“Performance On The Stage merupakan bentuk laporan perkembangan ananda yang dikemas dalam bentuk tampilan performa siswa,” katanya, Sabtu (24/1/2026).
Hasil proyek yang ditampilkan pun beragam. Mulai dari eksperimen, life skill, dan kreativitas. Seperti yang ditunjukkan oleh siswa B1, mereka mempresentasikan tentang menjaga pohon agar tidak banjir. Selain itu, murid B1 mempresentasikan hasil karya berupa balon ayam dan hiasan meja. Sementara beberapa murid memasak jasuke dan popcorn kemudian melakukan percobaan daun kelor ajaib.
Tampilan yang unik juga terlihat pada siswa B2. Mereka mempresentasikan hasil amatan yang pernah dilakukan pada pembelajaran sebelumnya. Seperti membuat es krim yang terinspirasi saat berkunjung ke peternakan kambing. Membuat roncean tulang ikan dan bercerita manfaat binatang yang mereka dapatkan dari hasil amatan saat berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya, hingga mengajak undangan yang hadir untuk menjaga alam melalui demonstrasi menanam pohon.
Tidak kalah meriah, tampilan yang ditunjukkan oleh siswa B3. Mereka mempresentasikan hasil karya yang bertemakan cuaca. Mereka membuat jus jeruk dan roti oles sebagai unjuk kemampuan life skill. Beberapa di antaranya bercerita tentang kondisi alam dan bereksperimen air. Selain itu, siswa juga mempresentasikan buku cerita yang dibuat secara mandiri dengan tema cuaca.
Tampilan presentasi ditutup dengan persembahan siswa sekaligus pesan yang disampaikan untuk diri sendiri dan orang tua dalam pendampingan ananda di rumah. Seperti menyanyikan lagu 7 Kebiasaan Hebat Anak Indonesia, Jangan Main Hp Aja, serta tampilan perkusi dari bahan bekas pakai. Dalam proses presentasi, seluruh murid mempresentasikan prosedur secara terstruktur secara berkelompok. Orang tua menyaksikan dan memberikan tanggapan secara langsung.
Berbeda dengan Jenjang TK B, siswa Kelompok Bermain (KB) memulai presentasi dengan bergerak motorik kasar. Selanjutnya mereka menunjukkan hafalan doa dan kemampun membaca huruf hijaiyah. Guru mempersilakan siswa dan orang tua membuat karya sesuai dengan densitas yang telah disiapkan. Kemudian mereka mempresentasikan proyek yang dihasilkan bersama orang tua.
Karya yang dihasilkan memuat aspek sensori dan motorik halus. Di antaranya meronce, melukis, menempel, membuat menara gelas, dan sebagainya. Kegiatan presentasi ditutup dengan menyanyikan lagu persembahan untuk ayah bunda.
Tidak sekedar laporan perkembangan, POS diharapkan dapat menjadi wadah untuk melatih murid percaya diri. Hal ini ditunjukkan saat setiap murid mendapat kesempatan untuk tampil berbicara di depan para undangan yang hadir. Selain itu, POS melatih murid untuk berpikir kreatif dan runtut dalam menghasilkan suatu karya. (pra/rj2)







