SIDOARJO (Radarjatim.id) Program Pondok Ramadhan yang biasanya dilakukan di sekolah masing-masing. Kali ini SMAN 4 Sidoarjo melukannya dengan cara yang berbeda. Sebanyak 800 siswanya betul-betul nyantri di pondok yang sebenarnya, mereka menjadi santri di Pondok Al Hamdaniyah Siwalanpanji Buduran Sidoarjo.
Ketua Panitia Pondok Ramadhan SMAN 4 Sidoarjo, Muhammad Latif Amin Alamsyah mengungkapkan kalau program ini memang ini sudah diniati oleh keluarga besar SMAN 4 Sidoarjo, mulai dari panitia dan dewan guru ngalap barokah di Ponpes tertua yang ada di Sidoarjo ini. Kami memilih di Ponpes Al Hamdaniyah tidak tiba-tiba, sebelumnya juga telah melakukan survey ke beberapa Ponpes, dan setelah dirapatkan, ternyata Ponpes yang mempunyai santri tokoh besar pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari ini jadi pilihannya.
Oleh karena itu, kami berharap kepada para siswa semoga ada perubahan perilaku setelah nyantri di Ponpes Al Hamdaniyah ini. Karena materi-materi yang diberikan adalah materi tentang akhlaq. Termasuk juga Tadarus Al Quran, juga kajian kitab kuning, qiyamul lail, taharah “Dari 800 siswa ini kami lakukan secara bertahap hingga 8 hari. Tiap tahap sebanyak 200 siswa dan harus nyantri selama dua hari. Dimulai hari ini (20/4/2022) hingga 8 hari nanti,” jelasnya.

Kami berharap, para siswa betul-betul mengenal kehidupan Ponpes yang sebenarnya. Semoga usai dari program ini mereka juga tetap menjalankan ibadah seperti aktivitas di Ponpes. “Utamanya tentang perilaku dan tutur kalimatnya semoga semakin baik,” harap Muhammad Latif Amin Alamsyah yang juga sebagai guru Agama SMAN 4 Sidoarjo.
Asalnya memang pondok salafi, yakni kajian kitab kuningnya, bacaan Al Qurannya kita sesuaikan dengan anak-anak. Kajian kitab kuningnya juga kita kemas dengan bahasa Indonesia. Jadi banyak yang harus dipelajari oleh para siswa, diantaranya tentang penjelasan tentang puasa, tentang taharah bersuci dan yang lainnya. “Jadi kegiatan ini diusahakan dua hari untuk praktek wudlu dan tayamum. Namun kalau belajar kitab kuning sendiri belajarnya minimal tiga tahun, untuk belajar membaca dan menulisnya. Kalau siswa-siswi, waktunya juga sedikit mereka hanya diberi dasar-dasarnya saja,” tutur Alfi Mazayah Nurul Izza salah satu pengajar di Ponpes Al Hamdaniyah Siwalanpanji Buduran Sidoarjo.(mad)







