GRESIK (RadarJatim.id) — Kabar baik dan membanggakan berembus di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Refah Islami. Ponpes di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini berhasil menyabet penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 Kategori Pratama.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di ajang Jatim Environment Community Award 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut tertuang dalam Piagam Penghargaan Nomor: 100.3.3/3501/KPT5/ 033.2/2025, yang diserahkan dalam rangkaian kegiatan Jatim Environment Community Award 2025 di Gedung Graha Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Surabaya pada Rabu, 24 Desember 2025.
Ponpes Refah Islami dinilai berhasil menerapkan konsep Eco Pesantren, yakni pengelolaan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter santri, serta praktik pelestarian alam secara berkelanjutan.
Selain meraih Penghargaan Eco Pesantren, MA Refah Islami juga meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025 dan MTs Islam Terpadu Refah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pesantren yang dinilai aktif berkontribusi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berbasis komunitas. Program Eco Pesantren merupakan bagian dari upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur dalam menumbuhkan budaya ekologis di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur beserta jajaran, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi serta kabupaten/kota se-Jawa Timur, para narasumber, pimpinan pesantren, kepala sekolah, dan undangan lainnya.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Nurholis, menegaskan, bahwa program Eco Pesantren dan Sekolah Adiwiyata bukan sekadar pemberian penghargaan, melainkan bagian dari strategi besar dalam mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah, konservasi energi, serta penguatan peran masyarakat dan lembaga pendidikan.
Dihubungi secara terpisah, Mudir Pondok Pesantren Refah Islami KH Farid Dhofir, Lc, MSi, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi bagi pesantren untuk terus menguatkan pendidikan lingkungan hidup kepada para santri dan seluruh warga pondok.
“Alhamdulillah, Pondok Pesantren Refah Islami bersyukur atas penghargaan Eco Pesantren sekaligus Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menanamkan pendidikan lingkungan hidup kepada santri dan seluruh warga pondok. Komitmen kami adalah menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan sebagai bagian dari nilai kehidupan pesantren,” ungkapnya, Jumat (26/12/2025).
Tidak hanya itu, Kiai Farid sapaan akrabnya, juga bersyukur karena MTs Refah Islami mendapatkan capaian Terakreditasi A. Capaian ini merupakan bukti Ikhtiar dan Keistiqamahan.
“Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap langkah dalam mencetak ulama, hafidz, dan dai,” pungkasnya.
Sementara Plt Kepala Kemenag Gresik Muh. Ali Faiq, didampingi Kasi Pendma (Pendidikan Madrasah) Masfufah, turut mengucapkan selamat kepada Pondok Pesantren Refah Islami yang berhasil menyabet Penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 Kategori Pratama.
“Prestasi yang diraih Pondok Pesantren Refah Islami ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lainnya, khususnya di Kabupaten Gresik, untuk terus mengembangkan budaya ramah lingkungan, menjaga kelestarian alam, serta menanamkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama,” ujarnya. (har)







