JAKARTA (RadarJatim.id) — Presiden Prabowo Subianto meresmikan program Sekolah Rakyat yang menghadirkan pendidikan berkualitas untuk merangkul semua lapisan. Peluncuran program tersebut menandai keberpihakan pemerintah pada kelompok rentan sekaligus pemutus rantai kemiskinan melalui pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah formal berasrama mulai jenjang SD hingga SMA dengan seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung negara. Di sekolah ini, anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan, tempat tinggal, makanan bergizi, layanan kesehatan, seragam, hingga pembinaan karakter secara menyeluruh. Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan sebagai pintu masuk transformasi sosial yang berkelanjutan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal dari proses pembangunan.
“Mereka kemudian diberi akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas, serta orang tuanya mendapat program pemberdayaan,” ujarnya.
Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan, lanjut Mensos. anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas dan menjadi berdaya.
“Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf..
Hingga akhir 2025, pemerintah mencatat 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut menjangkau hampir 16 ribu siswa dengan dukungan ribuan guru dan tenaga kependidikan. Evaluasi Kementerian Sosial menunjukkan, terjadi peningkatan signifikan pada kesehatan dan perkembangan akademik siswa berkat sistem asrama dan pemenuhan gizi terukur.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 13 Kupang, Felipina Agustina Kale, menilai, bahwa Sekolah Rakyat mencerminkan keadilan sosial nyata.
“Menurut saya, inilah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini sangat bagus. Siapa pun pemimpinnya, siapa pun presidennya, ini program yang harus terus dijalankan,” katanya.
Ia menyampaikan, perubahan karakter siswa terlihat jelas melalui sistem pembinaan berasrama yang intensif. Felipina juga menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden Prabowo atas berjalannya program ini.
“Untuk Bapak Presiden, terima kasih banyak. Sudah sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat miskin, terutama yang ada di Nusa Tenggara Timur. Kami merasa bahwa program ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Pemerintah juga memperluas program tersebut melalui pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di lebih dari seratus lokasi. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan, pembangunan tersebut merupakan investasi jangka panjang bangsa.
“Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata komitmen pemerintah membangun SDM unggul. Kami pastikan pembangunannya cepat dan berkualitas,” ujarnya. (red/rj2)







