SIDOARJO (RadarJatim.id) Selama sepekan Ramadhan tahun ini, harga kebutuhan sembilan bahan pokok terpantau mengalami kenaikan. Kondisi kenaikan harga ini banyak dikeluhan masyarakat.
“Harga sembako naik semua pak. Semua pada mahal,” keluh Narti, salah satu pengunjung Pasar Larangan.
Keluhan itu disampaikan saat para pengunjung Pasar Larangan bertemu dengan Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS), Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi)) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra. BHS secara khusus meluangkan waktunya datang ke Pasar Larangan, Sidoarjo untuk mengetahui secara langsung harga sembako saat ramadhan dan kondisi pasar Larangan.
“Memang (harga sembako,Red) terjadi kenaikan. Kondisi ini cukup memberatkan ditengah kondisi ekonomi seperti ini,” kata BHs, Rabu (25/2/2026).
Untuk mengantisipasi agar harga sembako tidak terus mengalami kenaikan, BHS meminta instansi terkait baik dari kementerian maupun dari dinas melakukan upaya penekanan harga. Langkah ini bisa seperti melakukan operasi pasar dll.
“Agar (sembako,Red) bisa sesuai Harg Eceran Tertinggi dan tidak terlampau naik,” tegasnya.
Dari pantauan di Pasar Larangan, BHS juga mendapati harga cabai kecil mengalami kenaikan tertinggi dari biasanya Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 85 ribu perkilo. Begitu juga dengan daging ayam dari biasanya dikisarn Rp 30 ribuu menjadi Rp 35 ribu per kg.
Selain masalah kenaikan harga, BHS juga menyoroti masalah infrastruktur pasar yang perlu perbaikan, seperti talang air masih banyak yang bocor. Hal ini perlu segera dilakukan pembenahan mengingat Pasar Larangan adalah pasar ditengah kota Sidoarjo yang bisa mennadi ikon Sidoarjo.
“Pasar Larangan ini harus meniadi ikon Sidoarjo karena keberadaannya di tengah kota. Pasarnya harus didukung infrastruktur yang modern tapi tetap menjadi pasar tradisional. Ibu-ibu yang berbelanja disini harus nyaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, BHS juga membantu pembenahan talang rusak, lampu hingga bantuan CCTV untuk menambah rasa aman para pedagang dan pengunjung pasar. Termasuk mengapresiasi petugas keamanan yang memberikan reaksi cepat dan kesiagaan pemadam kebakaran. Termasuk mengapresiasi tiga pedagang yang dinilai terbaik dalam memberikan pelayanan dan menjual barang dagangan yang berkwalitas.
“Anggaran untuk pasar ini diperhatikan karena pasar menjadi pusat ekonomi kerakyatan. Contoh Malasyia sangat perhatian, pasar tradisonalnya bagus-bagus,” pungkasnya.
Sementara itu, Setyo Handoko, Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo mengatakan pihaknya tiap tahun sudah melakukan perbaikan pasar. Dimana perbaikan ini berasal dari masukan dari pedahang dan pengurus. “Yang urgen kami dulukan. Keamanan juga kita tingkatkan, tadi ada keluhan dari pedagang untuk nambah CCTV dan direspon langsung sama Pak BHS memberikan bantuan CCTV,” katanya. (RJ/RED)







