• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Senin, 12 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Religi

Ramai-ramai Studi Banding Memakmurkan Masjid ke Jogokariyan Yogyakarta

by Radar Jatim
25 November 2024
in Religi
0
Ramai-ramai Studi Banding Memakmurkan Masjid ke Jogokariyan Yogyakarta

Suasana sharing takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta dengan tamu pengurus masjid dari berbagai kota di Indonesia, Minggu (24/11) seusai Subuh.

205
VIEWS

YOGYAKARTA (RadarJatim.id) – Tampaknya makin tumbuh kesadaran untuk memakmurkan sekaligus memberdayakan masjid. Banyak takmir yang menginginkan bertambahnya jemaah salat fardu sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat sekitar masjid. Untuk itu mereka tergerak untuk melakukan studi banding untuk belajar manajemen masjid.

Salah satu masjid yang recommended untuk dijadikan tempat tujuan untuk belajar mengenai bagaimana cara memakmurkan masjid adalah Masjid Jogokariyan di Jln. Jogokariyan 36, Mantrijeron.  Masjid di kampung pinggiran Selatan Yogyakarta ini memang sudah viral beberapa tahun belakangan.  

Keistimewaan yang segera terlihat adalah jemaah salat harian yang selalu penuh.  Suasana salat Subuh terasa seperti salat Jumat atau di saat bulan Ramadan. Kegiatan ekonomi di sekitar juga hidup. UMKM penjual makanan dan oleh-oleh, yang merupakan binaan masjid, langsung aktif berdagang seusai berjemaah salat.

Pada hari Minggu (24/11) seusai subuh di lantai dua meeting room berlangsung sesi sharing dengan tamu rombongan yang berdatangan dari berbagai kota. Yang datang studi banding kali ini dari takmir masjid Al Hijrah Bluru Permai Sidoarjo, takmir dari Sampang, Singosari, Kudus, Samarinda, dan Bali. Masih ditambah lagi dengan tamu perorangan yang datang dari berbagai kota. Tujuan mereka sama: ingin ngangsu kaweruh ilmu mengelola masjid yang manfaat.

Pengurus harian Masjid Jogokariyan, Ridwan Shodiq, yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat masjid menjadi makmur adalah mengubah mindset para takmirnya.

“Mindset yang tertanam selama ini,  masjid hanya menjadi tempat untuk salat saja. Selesai itu dikunci lagi, AC dan lampu dimatikan.  Masjid Nabawi itu lampunya murup terus. Pintu masjid terus dibuka. Seperti di Masjid Jogokariyan ini juga 24 jam dibuka full. Masuk tidak perlu izin. Kecuali kalau mau menginap, cukup lapor ke petugas untuk koordinasi,” ujarnya mengawali paparan.

Berikutnya juga dijelaskan bahwa masjid bukan milik takmir, tapi milik Allah (surah Al-Jin 18). Takmir tidak boleh merasa menjadi penguasa masjid, dia hanya petugasnya Allah, sehingga tidak boleh mengeluarkan banyak larangan. Justru tugas pengurus adalah memobilisasi masyarakat untuk senang salat berjemaah di masjid.

Ridwan Shodiq mengatakan tidak sependapat dengan kebijakan pengurus masjid yang berlomba-lomba menghabiskan dana miliaran rupiah “hanya” untuk membangun masjid yang megah. Tetapi setelah jadi, terbukti jemaahnya tidak banyak.

Oleh karena itu Masjid Jogokariyan memilih pendekatan berbeda. Sejak 1999 pengurus mengubah haluan pola dakwah. “Stop, jangan membangun fisik masjid. Elek yo ben. Kalau ada genting yang bocor diperbaiki, ngono wae,” katanya.

Maka fokus perhatian diarahkan kepada peningkatan jumlah jemaah salat melalui penyejahteraan ekonomi calon jemaah sasaran. Sumber daya masjid dialirkan ke program sosial dengan membagi paket sembako, ATM beras, hingga klinik gratis.

Tentu saja tidak dalam jumlah besar seperti sekarang ini. Diawali dengan memberi paket sembako sebulan sekali, lalu secara bertahap dinaikkan kualitasnya, frekuensinya maupun kuantitas penerimanya. Warga miskin didata dan dikirimi bantuan cuma-cuma tanpa syarat apapun, hingga satu kurun tertentu. Jurus ini terbukti mampu membentuk kesan positif di mata warga setempat.

Salatkan Orang Hidup

Langkah berikutnya adalah program menyolatkan orang hidup. Bukan menyolatkan orang mati. Artinya, mengajak para penerima sembako untuk mau salat berjemaah. Juga mengirim guru/ustaz ke rumah mereka untuk mengajari tata cara salat, agar tidak malu kalau salat di masjid nanti.

“Kemudian semua kegiatan sosial kami hubungkan dengan ajakan salat berjamaah. Contohnya, mereka diberi undangan. Isinya salat Magrib bersama, dilanjutkan ceramah agama dan salat Isya berjamaah. Setelah itu masing-masing diberi voucher yang dapat ditukar paket sembako senilai Rp 400 sampai Rp. 500 ribu. Menurut Anda, kira-kira mereka mau datang, tidak?” kata Ridwan kepada peserta sharing.

Apakah itu tidak berarti memaksa mereka untuk mendirikan salat? “Tidak apa-apa kita paksa dengan melakukan kebaikan. Tidak apa-apa mereka nanti terpaksa masuk surga,” katanya berseloroh.  Kegiatan berbagi ini sudah berlangsung lima tahunan, bahkan program  “pengajian sembako” sudah berjalan 10 tahun.

Pemberdayaan ekonomi juga digarap. Memberi modal kaum duafa untuk berjualan di sekitar masjid. Syaratnya cuma satu: harus ikut salat berjemaah.  Warga yang sakit boleh berobat gratis ke klinik masjid. Mereka juga diimbau untuk salat untuk menunjang penyembuhan. Dengan demikian dokter klinik juga turut berdakwah. 

Kegiatan ekonomi UMKM binaan Masjid Jogokariyan seusai Subuh.

Kegiatan pun semakin berkembang dan bervariasi. Ada ATM Beras. Pemegang ATM secara berkala  dapat menempelkan kartunya ke “mesin” ATM, maka keluarlah beras dua kilo. Gratis.  Dan program yang kemudian menjadi viral, karena Masjid Jogokariyan menerapkan saldo infak masjid “Nol Rupiah.”  Semangatnya, segera menyalurkan amanah infak dari jemaah kembali ke jemaah lagi dalam bentuk pelayanan beribadah yang nyaman (tentu saja setelah dikurangi dengan biaya operasional bulanan seperti listrik dan air).

Tidak hanya membawa manfaat ekonomi, masjid ini dulu terbukti juga mampu menjadi perekat dan pemersatu masyarakat Jogokariyan yang sebelumnya terkotak-kotak dalam aliran politik dan gerakan politik di masa-masa pergolakan G30S/PKI era tahun 1965.

Ridwan beserta pengurus Jogokariyan meyakini masjid yang berdiri sejak 1966 ini tidak bakal  bangkrut. “Masjid tidak mungkin kekurangan dana, dasarnya ada di  surat Al-Anfal ayat 60 (Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah, niscaya akan dibalas kembali kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi/dirugikan),” katanya.  Subhanallah. (rio)

Tags: al hijrah sidoarjojogokariyanmakmurkan masjid

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Peringati HGN 2024, Siswa SD Muhammadiyah 1 Krembung Memberi Reward Gurunya

Peringati HGN 2024, Siswa SD Muhammadiyah 1 Krembung Memberi Reward Gurunya

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sehari Pasca-Kunjungan Jokowi, KEK JIIPE Manyar Didemo Ratusan Massa Sekber Gresik, Protes Rendahnya Serapan Tenaga Kerja Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In