SIDOARJO (RadarJatim.id) — Kegiatan ‘Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula dan Kirab Maskot Pilkada Serentak tahun 2024’ yang diselenggarakan KPU Kabupaten Sidoarjo disambut meriah oleh ribuan siswa SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Baik yang belum mempunyai hak pilih maupun yang sudah mempunyai hak pilih, pada Jumat (11/10/2024) pagi di halaman sekolah.
Sejak pagi, sekitar 1.300 siswa yang terdiri dari siswa kelas X,XI dan XII, mereka sudah berkumpul di halaman menyaksikan penyambut Maskot Pilkada 2024, dengan berbagaimacam tampilkan siswa. Termasuk juga disambut dengan atraksi Paskibra SMA Negeri 1 Gedangan. Selain itu mereka juga dihibur dengan tampilan band yang menyanyikan lagu kekinian.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Sidoarjo Fauzan Adhim beserta jajarannya, Camat Gedangan Ineke Dwi Setiawati, S.STP MPA serta jajaran Forkopimka Kecamatan Gedangan serta jajaran terkait, yang disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Dra. Nina Dwi Suryani, MM.
Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Nina Dwi Suryani mengucapkan terima kasih kepada KPU Sidoarjo karena sekolah telah ditunjuk menjadi tempat sosialisasi para pemilih pemula. Karena sangat kami perlu, agar anak-anak bisa mendapatkan pencerahan ilmu tentang berdemokrasi yang baik.

“Anak-anak bisa memahami apa itu Pilkada secara utuh hingga proses-prosesnya. Insya Alloh akan lebih jelas dan paham karena yang menyampaikan adalah dari pelakunya langsung. Saya juga berharap kepada anak-anak agar kesempatan yang langka, kesempatan yang luar biasa ini agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pinta Bu Nina_sapaan akrabnya.
Selain penampilan para siswa, antusias ditunjukkan oleh para siswa saat sesi tanya jawab. Narasumber Muhammad Iskak mantan Ketua KPU Sidoarjo dihujani berbagai pertanyaan. Mungkin kalau tidak diberhentikan oleh pembawa acara karena waktunya terbatas, para siswa terus berebut untuk bertanya.
Diantara yang ditanyakan adalah proses berdemokrasi, Paslon dengan Bumbung Kosong. Termasuk juga metode pemilih untuk meningkatkan partisiapasi masyarakat, hingga proses pencoblosan kenapa tidak dilakukan secara digital agar bisa mengurangi pemborosan anggaran yang lebih banyak.
Marsya Nabila S mengaku senang ada kegiatan sosialisasi seperti ini, karena bisa mengetahui lebih banyak proses Pilkada, apa syaratnya pemilih dan bagaimana caranya. “Alhamdulillah sudah bisa paham, namun untuk memilih belum punya gambaran apa-apa, jadinya masih bingung siapa yang dipilih. Masih pikir siapa yang cocok, karena tidak ada yang kenal,” ungkap siswi kelas XII-7 ini.(mad)







