BANYUWANGI (RadarJatim.id) – Olimpiade Sains, Seni dan Agama MA Al Amiriyyah (OSSAMAA) memasuki usia satu dekade. Pada penyelenggaraan ke-10 ini, OSSAMAA mengukir sejarah baru dengan memperluas cakupan pesertanya ke tingkat regional.
Ajang tahunan yang berisi perlombaan akademik dan nonakademik ini sukses digelar pada Kamis-Jumat (29-30/1/2026) di gedung pendidikan MA Al Amiriyyah, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi.
Acara dibuka dengan perlombaan pencak silat pada Kamis pagi pukul 08.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan lomba Festival Al-Banjari pada sore hari pukul 14.19 WIB. Semangat dan antusiasme terpancar dari seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur.
“Alhamdulillah, acara OSSAMAA berjalan dengan lancar tanpa kendala apa pun. Peserta tahun ini hampir mencapai 1.000 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur,” ujar M. Abid Hadziqi, Ketua OSIM sekaligus Seksi Acara One Decade OSSAMAA 2026, dengan penuh syukur, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, bahwa peningkatan skala ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam memberikan wadah pengembangan bakat dan prestasi yang lebih kompetitif.
Perbedaan signifikan tahun ini terletak pada perluasan jangkauan. Jika sebelumnya hanya diikuti peserta tingkat kabupaten, OSSAMAA X berhasil menarik minat sekitar seribu peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peningkatan partisipasi ini menunjukkan, bahwa OSSAMAA telah dikenal sebagai ajang yang kredibel dan dinantikan.
OSSAMA X menyuguhkan 14 cabang lomba yang dikategorikan dalam tiga bidang utama:
- Lomba Individu: Meliputi Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Story Telling, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz 30 dan 5 Juz, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Ghina’ Arabi, serta Pidato Bahasa Indonesia, tingkat Banyuwangi;
- Lomba Beregu: Diisi oleh Festival Al-Banjari. tingkat Jawa Timur;
- Lomba Pencak Silat: Mencakup seni tunggal tangan kosong, seni tunggal bersenjata, seni solo kreatif, tanding silat usia dini (SD/MI), dan tanding silat pra-remaja, tingkat Jawa Timur.
Suasana kompetisi berlangsung sehat dan penuh kekeluargaan. Selain berkompetisi, ajang ini juga menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran budaya antarsiswa.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti OSSAMAA satu dekade. Acara ini menjadi momen yang sangat berkesan, karena saya bisa menambah pengalaman, menjalin pertemanan baru, serta mengenal lebih dekat lingkungan MA Al Amiriyyah dan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung,” ungkap Salma, salah satu peserta delegasi lomba. (red/rj2)







