SIDOARJO (RadarJatim.id) — Memasuki era Society 5.0, dunia menuntut generasi muda untuk menguasai keterampilan abad ke-21 – 4C, creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Bahasa Inggris menjadi salah satu fondasi utama untuk bersaing di panggung global.
Kemampuan berkomunikasi lintas budaya tidak hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan wawasan global sejak dini.
Sebagai sekolah berstandar internasional berbasis nilai Qur’ani dan Sunnah, SD Al Falah Darussalam 2 Tropodo, Sidoarjo, terus berinovasi memperkuat kompetensi siswa. Salah satunya adalah pembelajaran Bahasa Inggris bersama Native Speaker Mr. Amrtesh dari Inggris, pada 20 Januari hingga 29 Januari 2026.
Kepala SD Al Falah Darussalam 2 Tropodo, Ustadzah Juniati menuturkan kegiatan ini telah menjadi program rutin tahunan yang menghadirkan penutur asli, dari berbagai latar belakang budaya dan negara untuk memperkaya pengalaman belajar siswa melalui interaksi autentik dan pendekatan pengajaran global.
Menurutnya, program pengajaran internasional ini mencakup mata pelajaran pada kurikulum Cambridge, English, Math, dan Science. “Mr. Amrtesh mengajar secara bergantian untuk 24 kelas dari kelas 1 hingga 6 dimana setiap jenjang memiliki 4 kelas,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk budaya sekolah internasional secara merata, dan menguatkan 4C (communication, critical thinking, creativity, collaboration) untuk setiap anak.
“Program ini menjamin tidak ada siswa yang tertinggal dari pengalaman speaking autentik, menciptakan standar kompetensi bahasa Inggris yang konsisten sejak kelas 1 hingga 6, serta membangun karakter global berbasis iman yang menjadi modal utama menghadapi era Society 5.0,” harap Ustazah Juniati.
Sementara itu, dua guru pembimbing yakni Ustadzah Aminah dan Ustadzah Novi turut ikut serta memberikan dukungan penuh semangat di setiap sudut kelas.
Pada pembelajaran di kelas 2.3 ini fokus pada English bertema Past Tense dimana banyak siswa mengalami kesulitan pada materi ini. Mr. Amrtesh memulai dengan perkenalan ramah, disambut sorakan gembira.
Ia mengajak siswa berbicara santai tentang kegiatan harian dalam bahasa Inggris sederhana. Ruangan yang tadinya hening berubah menjadi lautan keceriaan – tawa bahagia dan tepuk tangan bergema saat anak-anak berlomba angkat tangan berbagi cerita seru.
Mr. Amrtesh menjelaskan Past Tense melalui contoh kehidupan sehari-hari. Gaya mengajarnya yang komunikatif membuat tata bahasa terasa mudah dipahami. Di pertengahan sesi, siswa bermain edukatif mencari kalimat Past Tense dalam lagu bahasa Inggris.
Mr. Amy berkeliling memantau hasil tulisan mereka, memberikan koreksi langsung dan penguatan pengucapan yang natural. Bersama guru pendamping, ia memandu role-playing dengan bernyanyi bertema “What did you do yesterday?”.
Tak hanya itu saja siswa berbagi pengalaman pribadi dari kegiatan sederhana yang dilakukan seperti beribadah, belajar, bermain, membantu orang tua. disambut tawa, tepuk tangan, dan sorakan semangat teman sekelas. Anak-anak sangat menikmati setiap momen yang ada, tampil percaya diri dalam berbicara Bahasa Inggris tanpa takut salah.
Menjelang akhir, siswa dibagi menjadi kelompok kecil mengidentifikasi kata kerja Past Tense dari kalimat ciptaan mereka sendiri, melatih kolaborasi dan tanggung jawab dalam suasana kompetitif yang menyenangkan. Tak lupa juga Mr. Amrtesh memberi reward pada kelompok kecil yang berhasil menjawab dengan tepat dan percaya diri.
Saat itu juga Mr. Amrtesh mengapresiasi,
“The children were incredibly enthusiastic. They didn’t just study grammar — they boldly spoke with me in English, showing confidence and joy. It was truly a special occasion!”
Salah satu siswi kelas 2, Syifa menambahkan:
“I am very happy to learn with a native speaker. It is amazing and makes me more confident to speak English.”(mad)







