KEDIRI (RadarJatim.id) – Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran serta tantangan cuaca, khususnya selama musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mencatat kondisi infrastruktur jalan kewenangan kabupaten mengalami peningkatan sepanjang 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan panjang jalan kewenangan kabupaten mencapai sekitar 1.309 kilometer yang tersebar dalam lebih dari 408 ruas jalan.
“Setiap awal dan akhir tahun kami selalu melakukan survei kondisi jalan. Dari situ kami tahu berapa persen jalan yang masuk kategori baik, sedang, dan rusak,” ucap Irwan, saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan hasil survei tersebut, kondisi jalan kabupaten yang masuk kategori baik pada akhir 2024 tercatat sebesar 86,9 persen. Selama 2025, Dinas PUPR melakukan berbagai penanganan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, peningkatan jalan, hingga pembangunan jalan baru.
“Hasil penanganan sepanjang 2025 itu membuat kondisi jalan yang baik naik menjadi sekitar 88,7 persen per akhir Desember,” ujarnya.
Menurut Irwan, kenaikan persentase tersebut memang tidak terlalu besar. Salah satu penyebabnya adalah munculnya kerusakan baru yang terjadi bersamaan dengan proses perbaikan, terutama saat musim penghujan mulai berlangsung sejak akhir September 2025.
Ia menjelaskan, air menjadi musuh utama konstruksi aspal. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, lapisan aspal lebih rentan rusak, terlebih jika sistem drainase dan bahu jalan tidak berfungsi optimal.
“Pada saat musim hujan, kami tidak bisa melakukan survei kondisi jalan secara maksimal. Yang kami lakukan adalah asumsi tingkat kerusakan berdasarkan hasil pemantauan lapangan,” katanya.
Ia menyebutkan, jika tidak ada faktor kerusakan akibat cuaca, persentase kondisi jalan baik seharusnya bisa meningkat lebih tinggi dan mendekati angka 90 persen. Namun kenyataannya, kerusakan baru tetap terjadi di sejumlah ruas.
“Ada ruas yang sudah ditangani, tapi di saat bersamaan muncul kerusakan baru karena hujan. Itu sebabnya hasil akhirnya tetap di angka 88,7 persen,” terang Irwan.
Meski demikian, ia menegaskan, capaian tersebut tetap menunjukkan tren positif. Data kondisi jalan tersebut juga telah disusun secara detail dan dilaporkan kepada bupati Kediri sebagai bagian dari laporan kinerja Dinas PUPR selama 2025.
Dalam jangka panjang, Pemkab Kediri menargetkan peningkatan kualitas jalan yang lebih signifikan. Irwan mengatakan, pemerintah daerah menargetkan kondisi jalan kabupaten yang masuk kategori baik dapat mencapai 93 hingga 94 persen pada 2030. Target tersebut, menurut dia, akan dicapai secara bertahap melalui perencanaan jangka pendek dan jangka panjang, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
“Kami sebenarnya ingin semua jalan mulus. Kami juga melewati jalan-jalan itu setiap hari. Tapi dengan panjang jalan 1.300 kilometer dan jumlah ruas lebih dari 360, mempertahankan kondisi jalan tetap prima itu tidak ringan,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, selain faktor cuaca, keterbatasan anggaran juga memengaruhi kecepatan dan cakupan penanganan jalan. Karena itu, Dinas PUPR harus menyusun skala prioritas agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Yang terpenting, kami terus berupaya menjaga agar kondisi jalan tetap layak dilalui dan aman bagi masyarakat,” terang Kepala Dinas PUPR kabupaten Kediri, Irwan Chandra. (rul)







