GRESIK (RadarJatim.id) — Standardisasi tempat ibadah di lingkungan perusahaan menjadi perhatian utama dalam penguatan kolaborasi antara ulama dan pemerintah kecamatan. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan ibadah karyawan, khususnya salat Jumat, dapat berjalan dengan layak, tertib, dan sesuai ketentuan.
Pandangan tersebut mengemuka dalam pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Manyar Masa Khidmah 2025-2030 yang digelar di Pendopo Kantor Camat Manyar, Senin (2/2/2026).
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib. Turut hadir dalam acara itu, di antaranya Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, MAg yang membacakan Surat Keputusan Kepengurusan MUI Kecamatan Manyar Masa Khidmah 2025-2030.
Ketua MUI Kecamatan Manyar, Drs KH Su’udi Wafa, MAg, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus dan undangan.
“Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus. Semoga kekompakan ini terus terjaga untuk menjalankan masa khidmah MUI Manyar 2025 sampai 2030,” tuturnya.
Kiai Suudi Wafa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan pengukuhan, khususnya kepada Camat Manyar yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“MUI Manyar siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Manyar sebagai shodiqul hukumah, terutama dalam persoalan-persoalan keumatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ketua MUI Manyar juga mengajak para pengurus yang telah dikukuhkan, untuk berkidmah secara maksimal di MUI Manyar.
“Lima tahun ke depan, mari kita siapkan pikiran dan tenaga untuk khidmah di MUI Manyar sebagai khodimul umat, dalam rangka melayani umat,” ujar Kiai Suudi Wafa.
Camat Manyar, Hendriawan Susilo, yang juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Manyar, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus MUI Manyar yang telah dikukuhkan.
“Kami Pemerintah Kecamatan Manyar, siap berkolaborasi dan mendukung program dan kegiatan MUI Manyar,” ujar Camat.
Secara khusus, Camat Manyar menyoroti karakter Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri, dan berharap adanya sinergi nyata antara MUI dan pemerintah kecamatan dalam menata serta menstandarisasi tempat ibadah di lingkungan perusahaan.
“Masih banyak tempat ibadah di perusahaan yang belum sesuai standar. Kami berharap kolaborasi MUI dan pemerintah kecamatan dapat memastikan tempat ibadah benar-benar layak dan mampu mengayomi para karyawan, terutama dalam pelaksanaan sholat Jumat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam arahannya, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib, mengingatkan, bahwa pengukuhan pengurus MUI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan keumatan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Dengan pengukuhan ini, kami berharap ada semangat baru dari pengurus MUI Manyar, untuk benar-benar hadir dan meluangkan waktu mencari solusi atas berbagai persoalan umat,” jelas Kiai Rofiq.
Pengasuh Ponpes Sahliyah Peganden, Manyar ini, juga mengingatkan dua peran utama MUI, yakni sebagai shodiqul hukumah dan khodimul umat.
“Sebagai shodiqul hukumah, MUI menjadi mitra strategis pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah, serta sebagai khodimul umat yang senantiasa hadir melayani umat ketika menghadapi persoalan keumatan,” kata Kiai Rofiq.
Menanggapi hal yang disampaikan Camat Manyar, Kiai Rofiq menjelaskan, bahwa MUI Kecamatan Manyar dapat menindaklanjuti MoU antara MUI Kabupaten Gresik dengan Disnaker Gresik, terkait penyediaan tempat ibadah yang layak bagi karyawan di perusahaan.
“Hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan umat, dan bentuk kehadiran MUI dalam menjamin hak beribadah umat, serta membantu pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat,” pungkas Kiai Rofiq. (har)







