SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dua siswa MTs Saintek Roudlotul Jannah Prambon Sidoarjo, berhasil menciptakan sebuah inovasi ‘Smart Garden’ berbasis arduino. Yakni elektronik untuk mempermudah operasional rumah.
Dengan menggunakan sistem sensor, alat tersebut memberikan kemudahan bagi pemilik rumah dan tak perlu repot buka tutup palang pintu, menyalakan lampu, hingga menyiram tanaman.
Karena, semuanya akan dijalankan secara otomatis, dan uniknya alat yang digunakan berasal dari bahan daur ulang. Mulai dari bahan-bahan kardus bekas, botol bekas, sedotan, kayu kecil, sterofoam bekas dan lem tembak.
Sedangkan untuk pembuatan Smart Garden diantaranya arduino uno, sensor ultrasonik, sensor kelembapan, motor servo, panel surya, batre, lampu led dan kabel jumper.
Penemukan adalah Hawra Azkanabila Al-Banjary dan Akmal Arief Faith Gaffar Suseno siswa kelas 7 MTs Saintek Roudlotul Jannah Prambon.
Keduanya patut diapresiasi atas kerja kerasnya, yang berhasil menciptakan karya dengan memanfaatkan teknologi dan bahan daur ulang. Menariknya, dalam alat itu tidak menggunakan listrik, hanya menggunakan baterai yang terbuat dari powerbank.
Hawra Azkanabila Al-Banjary menjelaskan, sistem kerja Smart Garden yakni panel surya yang bisa bergerak secara otomatis mengikuti sumber cahaya. Lampu kebun maupun rumah akan secara otomatis menyala jika kondisi gelap.
Hal yang sama juga terjadi pada tanaman, secara otomatis akan menyiram jika sensor tidak mendeteksi basah.
Ide awal kami ini adalah ingin memanfaatkan teknologi yang ada. Inovasi ini sengaja kami ciptakan untuk memudahkan pemilik rumah.
“Sehingga pemilik rumah tersebut tak perlu khawatir untuk menyalakan lampu, menyiram tanaman, bahkan untuk membuka palang pintu dan buang sampah juga bisa dilakukan secara otomatis,” katanya pada (9/1/2026) pagi.
Pembuatan Smart Garden sendiri tidak memerlukan biaya lebih, hanya menggunakan bahan daur ulang dan beberapa alat yang dibeli di toko elektronik dengan harga terjangkau, yang kemudian dirangkai selama dua minggu.
“Sempat ada kendala saat membuat otak dari Smart Garden ini, namun karena kami telaten dan dibimbing oleh ustadz-ustdazah sehingga bisa terselesaikan project ini,” ujarnya.
Kepala MTs Saintek Roudlotul Jannah Prambon, Doni Samara MPd mengapresiasi prestasi siswanya, yang telah berhasil menciptakan Smart Garden.
Inovasi karya anak didiknya ini akan segera dipatenkan, dengan tujuan bisa dikembangkan di lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat umum lainnya. “Alhasil, dengan adanya inovasi tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi manusia pada abad ke-21,” katanya.
Awalnya kami kaget melihat karya anak-anak. Karena mereka bisa membuat karya sebagus ini, fitur-fiturnya juga lengkap.
Karena project ini ramah lingkungan, sehingga diharapkan para siswa dapat memperhatikan lingkungan masing-masing, dan sekolah ini menjadi berkembang pesat dalam hal teknologi maupun sains.
“Semoga ke depan Smart Garden ini menjadi rumah impian bagi masyarakat,” ucapnya.
Pihak sekolah berharap, ke depan para siswa tidak hanya menambah kreativitas, tetapi ada dampak yang signifikan terhadap perilaku siswa-siswi di bidang lingkungan.
Kita yakin project anak-anak ini sangatlah istimewa, bagus dan bisa menjadi harapan dimasa depan di abad 21. “Ketika ada seseorang ingin menggunakan project yang telah dibuat anak-anak ini, harapan kami dapat bertanya kepada pihak sekolah,” harap Doni Samara.
“Apa saja yang dibutuhkan, cara buatnya seperti apa. Itulah pilihan kami. Sehingga sekolah kami menjadi acuan baik bagi lembaga yang lain, ataupun buat masyarakat,” pungkas Doni.(mad)







