SIDOARJO (RadarJatim.id) –– Banyak masyarakat bilang kalau ingin berwirausaha harus mempunyai dana untuk modal pertamanya. Pernyataan tersebut dibantah oleh para siswa SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo.
Walaupun tidak memiliki modal uang, ternyata masih mampu berwirausaha dangan modal nol rupiah. Tanpa menggunakan uang untuk modal, hanya mengandalkan keyakinan dan kepercayaan diri, juga dipercaya orang, serta kejujuran.
Para siswa SMA Negeri 1 Gedangan ini langsung turun ke pasar Gedangan atau tempat-tempat usaha, mereka berani menjadi reseler. Dengan modal berani menjualkan dagangan, berupa nasi bungkus, minuman atua yang lainnya milik orang inilah mereka akhirnya bisa mendapatkan uang yang dikumpulkan terus sedikit demi sedikit, akhirnya bisa menjadi modal.
Siti Khadijah salah satu guru pendamping ‘Satuha’ (satu anak, satu usaha), menjelaskan kalau kegiatan ini memang tujuannya untuk menciptakan anak-anak memiliki jiwa kewirausahaan. “Mereka diajari untuk mandiri, dan targetnya mereka bisa kuliah dengan biaya sendiri atau mandiri,” jelasnya pada (15/1/2026) pagi.

Hal ini terkait dengan program yang lain, target Bapak Kepala Sekolah itu, 75 persen siswanya bisa masuk PTN lewat jalur prestasi. “Dan mereka dibekali berwirausaha biar kuliahnya nanti bisa mandiri tidak membebani orang tuanya,” jelas Siti Khotijah.
“Anak-anak diajari, atau digembleng selama tiga hari dengan modal nol rupiah. Benar-benar nol rupiah. Mereka bermodalkan kepercayaan, dan ke pasar membantu pedagang untuk menjualkan barang-barangnya. Dan Alhamdulillah anak-anak dipercaya,” tegasnya.
Sementara itu, Sugiarso Pelatihan berwirauhasa dengan modal nol rupiah ini adalah untuk menepis pendapat beberapa kalangan yang menyatakan berwirausaha harus ada modal uang. “Dan ternyata begitu anak-anak turun dengan siap mental dan percaya diri, ternyata bisa,” katanya.
Sugiarso mengaku tiga kali pelatihan dilaksanakan di STIE Jambatan Bulan, Mimika, Papua Tengah. Selanjutnya secara berkeliling di Poltekes Kesehatan Jayapura di Mimika, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas NU Sidoarjo, UIN KHAS Jember. “Jenjang SMA baru mulai di SMA Negeri 1 Gedangan ini,” terang Sugiarso
Ia katakan, pemahaman umum yang salah menjadikan ketiadaan modal uang sebagai kendala utama tidak berwirausaha. Anggapan inilah yang didobrak oleh pelatihan ini. Justru ketiadaan modal uang adalah penyebab utama berwirausaha,” urai Koordinator Papuan Bridge Program PT Freeport Infonesia ini.
Pelatihan dilaksanakan pada 12-14 Januari 2026 sejak pagi hingga siang. Para peserta diajak tiga hari berturut-turut praktek proyek kewirausahaan di Pasar Gedangan, sekolah, dan area bisnis sekitar sekolah dan Pasar Gedangan.
Kepala SMA Negeri 1 Gedangan, Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM melihat bahwa pelatihan kewirausahaan berjudul Berbisnis Modal NOL yang dikembangkan oleh Bapak Sugiarso sangat menarik untuk diimplementasikan di program SAPUHA ini.
“Hal ini saya cermati dari kegiatan pelatihan yang sudah dilaksanakan di berbagai tempat di Jawa Timur menjadi referensi kuat untuk dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gedangan ini. Para siswa dilatih memulai bisnis dari nol rupiah dengan kegiatan praktek secara langsung di lapangan,” tuturnya.

Naura Arfa Nevia kelas X 4 mengaku sangat senang dan terkesan saat program Sapuha ini, bisa membantu saya dalam pengembangan berwirausaha, semoga kedepannya bisa berjalan dengan sangat lancar.
Najma Wahaya Agustin dan Fanny Sania juga mengku senang mengikuti Sapuha, karena sangat memotivasi saya terus bersemangat berbisnis. “Kebetulan hari ini juga ada Expo Campus, saya manfaatkan untuk berjualan es cao, alhamdulillah hasilnya menyenangkan,” ungkapnya.
Pada Sabtu, 17 Januari 2026 salah satu siswanya yang sudah mengumpulkan modal, dan berani berjualan martabak mie. Terjual 100 pcs, dengan harga Rp 2.000 dari modal awal Rp 80.000. Total penjualan Rp 200.000 sehingga mempunyai laba Rp 120.000.(mad)







