SIDOARJO (RadarJatim.id) — Pembentukan karakter dan jiwa positif merupakan hal yang wajib dilakukan di setiap lembaga pendidikan, guna mencetak kader-kader muda penerus bangsa yang berkualitas, tiap lembaga memiliki caranya tersendiri untuk mewujudkan hal tersebut. Seperti melakukan pembiasaan baik dan juga pembekalan materi yang berhubungan dengan karakter dan juga spiritualitas.
Setiap sekolah pasti memiliki keunggulan yang patut diapresiasi baik itu berbasis Akademik maupun Non Akademik, tidak jauh berbeda yang dilakukan SMA Islam Parlaungan yang punya banyak alasan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Salah satunya yaitu program ‘Menjadi Guru Hebat, Untuk Indonesia yang Bermartabat.’
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peningkatan kader-kader hebat dalam pemahaman pada penguasaan kitab Ta’lim Muta’alim, Kitab Aqidatul Awwam karya Syaikh Akhmad Marzuki, dan Bacaan Alquran beserta tajwidnya. Merupakan bagian dari evaluasi program diniyah yang telah diselenggarakan, dan diikuti seluruh siswa serta dilaksanakan serentak.
Mulai siswa kelas X, XI dan XII setiap hari Senin s/d Kamis dengan jam yang sudah ditentukan, yakni mulai pukul 07.00 WIB s/d 08.00 WIB sudah dilaksanakan sejak Senin, 5 Februari 2024 hingga Senin 12 Februari 2024.
Ustadzah Fatimatuz Zahroh selaku Koordinator Diniyah Akselarasi mengatakan kalau tujuan diadakannya Ujian Micro Teaching ini adalah untuk menyalurkan ilmu, sekaligus melatih mental siswa Akselerasi, yang mana siswa Akselerasi akan terjun langsung di tengah masyarakat.
“Selain itu, besar harapan kami sebagai pendidik untuk bisa menyiapkan anak didik kami menjadi lebih memahami apa yang telah mereka peroleh selama belajar. Harapan besar agar calon guru muda ini mampu meneruskan apa yang menjadi teladan Rosulallah SAW dalam menyampaikan kebaikan melalui kalam ilahi Alquran, dan mampu untuk mengembangkannya dalam sebuah pengajaran. Sebab ilmu atau pengetahuan akan bertambah dengan diamalkan,” jelasnya.

Respons positif disampaikan oleh beberapa peserta, dimana sejumlah 35 peserta ujian terjadwal untuk menyampaikan materi utama yaitu Kitab Ta’alim Muta’alim, Kitab Aqidatul Awwam karya Syaikh Ahmad Marzuki, dan Penguasaan Tajwid dalam Membaca Alquran. Tiga materi utama di atas wajib ditambahkan materi tambahan oleh setiap peserta, diantaranya bacaan doa doa sehari hari, bacaan sholat, dan bacaan surat surat pendek dalam juz 29 dan juz 30.
Ujian Diniyah ini dilewati oleh anak-anak akselerasi dengan penuh semangat dan keseriusan. “Alhamdulillah lega banget setelah ujian Micro Teaching ini, kirain bakal lupa, karena ini ujiannya langsung mengajar teman-teman sendiri,” ujar Nada Siva, salah satu siswa akselerasi yang sudah ujian.
Berbeda dengan pendapat Abdurahman Afif, mengatakan bahwa selama penilaian berlangsung, ia merasa terbangun rasa tanggung jawabnya dalam menyelesaikan amanah sebagai guru di kelas. “Kegiatan ini banyak memberikan dampak positif bagi calon guru,” katanya.
Menurut Novel Aditya, selaku peserta ujian, dengan kegiatan ini merasakan tertantang untuk menyelesaikan ujian dan sebaiknya kegiatan ini sering dilakukan untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam berbicara di hadapan umum.
Menurut Dimas, kelas Dasar XII Ustman Bin Affan selaku peserta yang diajar calon guru baru. Kegiatan yang menarik dan seru karena disampaikan materi oelh teman sendiri, lebih santai, dan menarik tentunya masih ada yang harus diperbaiki untuk beberapa penampilan lainnya, selebihnya sudah oke.
Sedangkan dalam pendapat Nindi, kelas Reguler XII Ali Bin Abi Thalib, menurutnya merasa nyaman sesekali disampaikan ilmunya oleh rekan sejawat melalui tentor sebaya, bahasanya dapat dimengerti jikalau disampaikan oelh teman sendiri.
Disisi lain, siswa akselerasi yang belum ujian Micro Teaching ini sangat cemas menunggu gilirannya “ya Allah, ternyata kalau jadwal ujiannya terakhir sendiri juga ngga enak, ngga bisa santai-santai,” ujar Fatimatus Zahroh, salah satu siswa akselerasi yang belum ujian.(hum.mad)







