SIDOARJO (Radar Jatim.id) Demi memudahkan layanan siswa, khususnya mengenai pengeloaan keuangan, baik pribadi siswa maupun lembaga sekolah. SMK Yapalis Krian Sidoarjo mengajak seluruh peserta didiknya, sebanyak 1.473 siswa kelas X, XI dan XII diajak gemar menabung, dengan menggandeng Bank Mandiri Cabang Krian.
Kepala SMK Yapalis Krian Sidoarjo Drs. Mujiono MAP menuturkan kalau kerjasama dengan sebuah bank ini merupakan program linier dengan jurusan yang ada di sekolah kami, yakni jurusan Perbankan dan Keuangan Mikro. Motivasinya adalah pengetahuan ini jangan hanya bisa dimiliki oleh satu jurusan saja, tetapi secara umum bisa dinikmati oleh semua jurusan.
Ia katakan, kondisi sekarang ini anak-anak sangat kurang berminat untuk gemar menabung, mereka takut dengan jumlah setoran minimal, potongan administrasi setiap bulannya. Disamping itu mereka juga malas saat antrian di bank. “Oleh karena itu, anak-anak tidak lagi pergi ke bank, mereka cukup menabung dan menarik uang di ‘Bank Mini’ milik SMK Yapalis Krian Sidoarjo,” tutur Mujiono, pada (25/1/2022) tadi pagi.
Makanya, harapan kami anak-anak ini bisa menjadi masyarakat yang gemar menabung, dan manfaatnya mempermudah layanan birokrasi yang berkaitkan dengan setor, tarik tunai yang tidak kena biaya administrasi. “Dan yang paling penting adalah dari segi keselamatan, karena anak-anak tidak lagi bingung mencari bank-bank di jalan yang banyak kendaraan lalu lalang. Jadi cukup di sekolah sudah bisa menjalankan rutinitas menabung,” jelasnya.

Lanjutnya, di sekolah kami sekarang ini ada 5 jurusan, mulai jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multi Media (MM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dan Perbankan dan Keuangan Mikro. “Sekolah kami berdiri tahun 2008 dengan dua jurusan. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi 5 jurusan,” pungkas Mujiono.
Faros salah siswa kelas X TKJ mengaku sangat senang dengan ada program ayo menabung, karena menabung sangat penting untuk masa depan. Hal yang sama juga diungkapkan Dhea siswi kelas X MM 2. “Senang dengan sosialisasi seperpti ini, bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tentang menabung. Jadi kami tidak repot-repot mencari dan antrian di bank, kami cukup memanfaatkan ‘Bank Mini’ di sekolah,” katanya. (aim)






