SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Al Muslim Jawa Timur telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Healthy Day dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional dengan mengusung tema “Smart Eating, Strong Living” pada (21/1/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan kesadaran pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, serta gaya hidup aktif kepada seluruh siswa. Diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan suasana yang edukatif dan penuh antusiasme.
Healthy Day dirancang sebagai kegiatan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan praktik langsung.
Beragam aktivitas dilaksanakan, mulai dari senam bersama, presentasi bekal sehat yang dirancang dan dibuat sendiri oleh siswa, hingga pembiasaan memilih makanan sehat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mendukung proses belajar dan tumbuh kembang remaja.
Kepala SMP Al Muslim, Ustazah Ika Sriyaningsih, M.Pd. menyampaikan bahwa Healthy Day menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus sehat secara fisik dan mental.
“Kegiatan Healthy Day ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan siswa. Kami ingin siswa memahami bahwa prestasi dan semangat belajar sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang sehat dan asupan gizi yang baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa tema Smart Eating, Strong Living dipilih agar siswa memiliki pemahaman yang tepat tentang pola makan sehat.
“Melalui tema ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa makan bukan hanya untuk kenyang, tetapi harus cerdas dan bergizi. Jika siswa terbiasa makan sehat, maka mereka akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan lebih siap menghadapi tantangan belajar,” tambahnya.
Ketua Panitia Healthy Day, Ustazah Eka Puji Lestari, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan agar pesan tentang gizi dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Menurutnya, keterlibatan aktif siswa menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
“Kami ingin siswa terlibat langsung, tidak hanya sebagai peserta pasif. Oleh karena itu, kami menghadirkan kegiatan seperti presentasi bekal sehat dan identifikasi kandungan gizi agar siswa belajar dari pengalaman nyata,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Healthy Day tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan mampu membentuk kebiasaan jangka panjang.
“Harapan kami, setelah mengikuti Healthy Day, siswa menjadi lebih sadar dalam memilih makanan, lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, dan mampu menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” harapnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas VIII, Adelia Cadamba, mengaku senang dapat mengikuti Healthy Day karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena jadi tahu lebih banyak tentang gizi dan makanan sehat. Ternyata menyusun bekal sehat itu tidak sulit, asal tahu kandungan gizinya,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih berhati-hati dalam memilih jajanan.
“Sekarang saya jadi lebih sadar untuk memilih makanan yang sehat dan mengurangi jajan sembarangan. Saya juga jadi ingin membiasakan sarapan dan membawa bekal dari rumah,” tambahnya.(mad)







