SIDOARJO (Radarjatim.id) — Tanamkan kedisiplinan fisik dan mental pemuda yang memiliki semangat juang tinggi, tangguh dan berkualitas. SMP Negeri 1 Sukodono menggelar LKBB (Lomba Keterampilan Baris Berbaris) Atlantis 2026, yang diikuti oleh Tim LKBB jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan Purna se Jawa Timur.
Prosesi pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd didampingi Kepala SMP Negeri 1 Sukodono, Ikromilah Yety Astuti, S.Pd M.Pd pada (14/2/2026) pagi di lapangan utama SMP Negeri 1 Sukodono.
Menurut Kepala SMP Negeri 1 Sukodono Ikromilah Yety Astuti, LKBB ini diselenggarakan atas kerinduan sekolah-sekolah dan Satuan Paskibraka untuk mengasah kemampuan setelah masa latihan yang panjang.

“Baris-berbaris merupakan manifestasi ketaatan kepada pimpinan, kekompakan tim dan ketahanan mental yang tidak didapatkan dalam kelas formal,” jelasnya.
Adapun tujuan LKBB ini adalah bukan sekedar adu ketangkasan baris-beraris, melainkan sarana untuk membentuk karakter disiplin dan tangguh. “Sekaligus mempererat silaturrahmi antar satuan. Serta memupuk jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda,” terang Bu Yety_sapaan akrabnya.
Ia uraikan peserta LKBB Atlantis 2026 ini sebanyak 105 satuan, terdiri dari 24 satuan jenjang SD, SMP/MTs 34 Satuan, jenjang SMA/SMK sebanyak 36 Satuan dan Purna sebanyak 11 Satuan.
“Kondisi tersebut menunjukkan antusias luar biasa dari berbagai wilayah,” urainya.
Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Tirto Adi juga menegaskan kepada bahwa keterampilan baris-berbaris merupakan bekal awal yang harus dikuasai bagi peserta. “Oleh karena itu tampilkan performa terbaik, berbuat yang terbaik, biar dewan juri yang menilai,” tegasnya.
“Saya pesan kepada peserta agar selalu menjaga sportivitas, tunjukkan yang terbaik. Persoalan juara itu merupakan hal berikutnya, tetapi yang terpenting tunjukan lomba yang terbaik,” pesannya.
Menurutnya, sportivitas itu mari kita jadikan mentalitas kita semua. “Bagi yang menang jangan Jumawa/sombong, bagi yang belum menang, jangan putus asa masih ada kesempatan berikutnya. Karena itu keberhasilan yang tertunda,” terang Pak Tirto_sapaan akrabnya.

Pak Tirto juga berpesan kepada dewan juri, karena hasilnya akan ditunggu oleh peserta dan orang tua. Oleh karena itu lakukan penjurian dengan penuh tanggungjawab. Supaya penilaiannya bisa dipertanggungjawabkan, lalukan penilaian secara fair play, adil, obyektif.
“Sehingga nanti ketika diumumkan juara-juaranya sudah tidak ada lagi komplain, sudah tidak ada protes. Jadi yang juaranya betul-betul terbaik diantara yang baik,” tegasnya.
“Saya yakin ketika hal itu dilakukan, LKBB Atlantis 2026 bisa berjalan dengan baik dan sukses,” pesan Tirto Adi.(mad)







